Home / News

Thursday, 19 November 2020 - 06:00 WIB

Ada Surat Permohonan dari Gubernur ke Ketua DPRD Kaltim, Akademisi: Seolah Tanpa Aturan

Surat permohonan terkait MYC yang beredar di media sosial. (ist)

Surat permohonan terkait MYC yang beredar di media sosial. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pada Rabu (18/11/2020), beredar adanya surat berlabel Pemprov Kaltim di media sosial. Surat tersebut, dalam redaksi yang terlihat berhubungan dengan proyek multiyears contract (MYC) Pemprov Kaltim.

Selain itu, terlihat pula adanya tanda tangan Gubernur Kaltim, Isran Noor di bagian bawah surat. Surat bernomor 620/6273/BMEP/B.AP bersifat penting, hal yang dicantumkan dalam surat adalah permohonan persetujuan anggaran kegiatan dengan kontrak tahun jamak. Surat tertera ditujukan kepada ketua DPRD Kaltim.

Inti dari surat itu adalah permohonan agar dewan dapat menyetujui dan berkenan menganggarkan dua proyek MYC di Kaltim, yakni pembangunan fly over di Balikpapan, serta pembangunan gedung untuk RSUD AW Sjahranie Samarinda.

Tim redaksi masih coba melakukan komunikasi dan konfirmasi kepada pihak Pemprov Kaltim terkait surat tersebut. Beredarnya surat itu, kemudian dikomentari akademisi di Samarinda, Herdiansyah Hamzah atau kerap disapa Castro.

Dia mengatakan, adanya surat itu menunjukkan pola kerja tidaklah sesuai dengan aturan. Bagaimana bisa, untuk suatu proyek MYC harus disampaikan melalui surat yang dikirimkan dari gubernur kepada ketua dewan.

“Surat itu membuktikan betapa gubernur tidak paham dengan aturan hukum yang berlaku, khusunya menyangkut kegiatan tahun jamak. Sudah berkali-kali dan di setiap kesempatan saya sampaikan, kalau daerah ini tidak boleh dikelola seperti koboi yang seolah tanpa aturan,” ujar Castro.

Castro menyebut, pemerintah mesti tunduk terhadap keseluruhan sistem hukum yang telah diundangkan. “Agar terjadi tertib hukum sekaligus terhindar dari tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Komisi IV Justru Tak Tahu

Hal yang menabrak dan bahkan terkesan melewati aturan itu, telah terlihat dari beberapa proses penganggaran dua proyek MYC yang diajukan dan diusulkan Pemprov Kaltim ke dewan.

Baca Juga:  Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Samarinda, THM Dilarang Beroperasi hingga 8 Oktober

Pertama, usulan dan pengajuan dilakukan mendadak. Lainnya, tak adanya pembahasan lebih dahulu kepada komisi terkait sebelum akhirnya ada keputusan Pemprov Kaltim untuk mengusulkan dua proyek MYC itu.

Dikonfirmasi ke Komisi IV DPRD Kaltim, komisi yang membidangi kesehatan ini justru tidak mengetahui hal tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub menyampaikan, Pemprov Kaltim tidak pernah memberikan penyampaian rencana pembangunan gedung baru di RSUD AW Sjahranie Samarinda.

Dirinya mengaku heran dengan adanya usulan tersebut. “Enggak ada, enggak pernah Pemprov Kaltim membahas gedung baru di RSUD AW Sjahranie itu kepada Komisi IV DPRD Kaltim. Entahlah kalau dengan komisi lain,” kata Rusman, Rabu (18/11/2020).

“Terkait amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) pun selama ini enggak ada. Saya sendiri tidak tahu mengenai masalah itu,” sambungnya.

Meski begitu, Komisi IV DPRD Kaltim sebenarnya tidak mempermasalahkan rencana pembangunan gedung baru di rumah sakit milik daerah tersebut. Terlebih bila permasalahannya adalah kerap terendam banjir hingga mengganggu kenyamanan pasien.

“Kalau RSUD AW Sjahranie mau dinaikan silakan saja, karena mungkin masalah banjir,” jelasnya.

Hanya saja menurut ketua PPP Kaltim ini, bila masalahnya adalah banjir, lebih baik Pemprov Kaltim fokus pada penyebab banjir yang menggenangi RSUD AW Sjahranie, bukan malah membangun gedung baru.

“Jadi mestinya kalau masalah banjir, ya cari tahu penyebab banjirnya apa, itu yang diatasi. Bukan bangun gedung baru,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Dilarang Berkunjung ke Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Ada Apa Ya?

News

Anggota DPRD Kaltim Meninggal Usai Terpapar Covid-19, Disemayamkan di Sebelah Makam Istrinya

News

Zairin Zain Dikabarkan Positif Covid-19, Tetangga Tak Tahu, Sarwono: Konfirmasi Langsung

News

Belajar tatak Muka Dimulai Tahun Depan, Kaltim Masih Menunggu Petunjuk Teknis dari Pusat

News

513 Kasus Menunggu Hasil Swab, Begini Gambaran Kasus Covid-19 di Benua Etam

News

Dalam Sepekan Terakhir, 420 Orang di Samarinda Terpapar Virus Corona

News

Kasus Dugaan Korupsi di Perusda PT AKU Terungkap, Kejati Kaltim Tetapkan Direksi dan Rekanan Jadi Tersangka

News

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Petugas Bandara APT Pranoto Samarinda Jalan Tes Swab Massal