Home / Politik

Thursday, 19 November 2020 - 06:00 WIB

PDI Perjuangan Beri Pelatihan Para Saksi, Safaruddin: Mahyunadi-Kinsu Sangat Tepat Memimpin Kutim

Ketua PDI Perjuangan Kaltim, Drs H Safaruddin bersama calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi saat pertemuan beberapa waktu lalu. (Bima Putra Perkara/Wayout.id)

Ketua PDI Perjuangan Kaltim, Drs H Safaruddin bersama calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi saat pertemuan beberapa waktu lalu. (Bima Putra Perkara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SANGATTA – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tidak main-main dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada). Selain mengeluarkan rekomendasi untuk calon kepala daerah yang tepat untuk memimpin daerah, banteng moncong putih juga menyiapkan perangkat pemenangan.

Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), rekomendasi partai pemenang pemilihan umum (pemilu) 2019 itu jatuh ke tangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu. Keduanya tidak memiliki masalah hukum dan mempunyai visi, misi, dan program yang prorakyat.

Sebagai bentuk keseriusan, PDI Perjuangan melalui Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) secara khusus memberikan pelatihan kepada para saksi yang bertugas mengawal jalannya pendistribusian hinggan penghitungan surat suara. Pelatihan digelar 20-27 November 2020 yang dibagi dalam empat zona kecamatan.

“Pelatihan diadakan untuk memastikan suara yang didapatkan Mahyunadi-Kinsu terkawal dan terkoordinir dengan baik. Pelatihan bukan hanya diberikan kepada para saksi yang akan bertugas di setiap TPS (tempat pemungutan suara), namun juga pelatihan kepada Guraklih (Regu Penggerak Pemilih) PDI Perjuangan,” kata ketua BSPN PDI Perjuangan Kaltim, Habibi.

Dengan demikian, kata dia, berbagai potensi kecurangan dapat dicegah sedini mungkin. Sehingga terwujud pilkada yang jujur, adil, dan transparan.

Sementara, ketua PDI Perjuangan Kaltim, Drs H Safaruddin menegaskan bahwa dalam menjalankan perintah partai, pihaknya menganut asas tegak lurus. Artinya, keputusan yang sudah dikeluarkan harus dijalankan oleh pengurus, kader, dan simpatisan PDI Perjuangan di Kutim.

“Memilih calon kepala daerah itu tidak sembarangan. Harus jelas latar belakang calon, bagaimana visi, misi, dan programnya. Karena keputusan ini menyangkut nasib masyarakat Kutim. Setelah melalui proses, akhirnya PDI Perjuangan mengusung Mahyunadi-Kinsu,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Baca Juga:  Waspadalah, Deretan Penyakit Ini Sebabkan Pasien Covid-19 di Kaltim Meninggal

Bagi Safaruddin, Mahyunadi-Kinsu adalah sosok yang dibutuhkan Kutim saat ini. Memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang besar, tapi nyatanya pembangunan di Kutim tidak merata. Bahkan angka kemiskinan meningkat dari tahun ke tahun.

“Sehingga, dibutuhkan perubahan di Kutim ini. Harus ada sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan di Kutim. Ini demi kesejahteraan masyarakat Kutim. Banyak yang melamar dan meminta rekomendasi ke PDI Perjuangan. Namun akhirnya rekomendasi jatuh ke tangan Mahyunadi-Kinsu,” tegas anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim itu.

Pria kelahiran Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengajak seluruh masyarakat Kutim untuk memilih Mahyunadi-Kinsu. Menurutnya, masa depan Kutim ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam pilkada. Jika salah memilih, akan berakibat pada masa depan Kutim.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kutim, khususnya pengurus, kader, dan simpatisan PDI Perjuangan untuk bersama-sama memenangkan Mahyunadi-Kinsu. Coblos nomor urut satu, pada Pilkada Kutim,” tegas Safaruddin.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

 

Share :

Baca Juga

Politik

Catat, Ini Sanksi Pasangan Calon yang Langgar Protokol Kesehatan saat Kampanye

Politik

Jelang Pencoblosan 9 Desember 2020, Tiga Pasangan Calon di Samarinda Ikrar Siap Menang Siap Kalah

Politik

Tak Ada Sanksi Khusus Bagi Calon Kepala Daerah yang Langgar Protokol Kesehatan

Politik

Doa Sultan Kutai untuk Mahyunadi-Kinsu, Dianggap Mampu Menjaga Nilai Luhur dan Kebudayaan Masyarakat

Politik

Komitmen Basri Rase-Najirah Atasi Banjir di Bontang, dari Revitalisasi hingga Penataan Permukiman

Politik

Satu Suara untuk Perubahan Kutim, Warga Desa Sangkima Bergerak Menangkan Mahyunadi-Kinsu

Politik

Mahyunadi Blusukan ke Kecamatan Karangan, Utamakan Infrastruktur hingga Pendidikan

Politik

Basri Rase-Najirah Adi Darma di Pilkada Bontang, Safaruddin: Sudah Kita Usulkan ke DPP