Home / Politik

Friday, 27 November 2020 - 06:00 WIB

Mahyunadi Dengarkan Keluhan Warga Desa Ngayau, Pastikan Pembangunan Jalan Terealisasi

Calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi disambut hangat warga Desa Ngayau, Kecamatan Muara Bengkal. (ist)

Calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi disambut hangat warga Desa Ngayau, Kecamatan Muara Bengkal. (ist)

WAYOUT.ID, SANGATTA – Infrastruktur menjadi persoalan utama yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Yang paling kentara adalah persoalan jalan.

Kendati berstatus sebagai kabupaten kaya, nyatanya jalanan di Kutim yang kondisinya rusak mencapai 980,33 kilometer. Rinciannya rusak sedang 442,95 kilometer, rusak ringan 171,49 kilometer, dan rusak berat sepanjang 365,89 kilometer.

Persoalan jalan juga dikeluhkan warga Desa Ngayau, Kecamatan Muara Bengkal. Hal itu terungkap saat kunjungan calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi ke desa itu, Rabu (25/11/2020) lalu. Dalam kunjungannya tersebut. Mahyunadi didampingi istri tercintanya, Hj Masriati serta anggota DPRD Kutim dari Fraksi Nasdem, Prayunita Utami.

“Jalan ini dari dulu sampai sekarang belum juga diperbaiki. Pokoknya ini harus diselesaikan,” kata H Musrad, warga Desa Ngayau.

Menanggapi keluhan warga, Mahyunadi pun memastikan bahwa dirinya bersama H Kinsu akan bekerja sungguh-sungguh demi mewujudkan Kutim semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Sektor infrastruktur menjadi prioritas utama Mahyunadi-Kinsu dalam membangun Kutim.

Di bidang infrastruktur, Mahyunadi-Kinsu berkomitmen mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional. Penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan, penyelesaian pelabuhan laut Sangatta dan pembangunan bandara, serta elektrifikasi listrik dan sambungan instalasi di semua desa menjadi program utama.

“Infrastruktur harus dibangun untuk menumbuhkan konektivitas antardaerah, antarkecamatan, dan antardesa di Kutim. Jalan harus dibenahi, pelabuhan dan bandara harus dituntaskan, listrik dan air harus bisa dinikmati. Karena ini adalah hak dari masyarakat Kutim. Pembangunan infrastruktur harus merata. Dari kota sampai ke pelosok Kutim harus merasakan. Tanpa terkecuali,” tegasnya.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Baca Juga:  Fokus Dorong Pembangunan Infrastruktur di Kutim, Inilah Empat Program Utama Mahyunadi-Kinsu

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Sukses Ungguli Kotak Kosong, Pasangan Rahmad-Thohari Berhasil Menangi Pilkada Balikpapan

Politik

Cegah Penyebaran Covid-19 saat Pencoblosan, TPS Akan Disemprot Disinfektan Tiap 3 Jam

Politik

Komitmen Basri Rase-Najirah Atasi Banjir di Bontang, dari Revitalisasi hingga Penataan Permukiman

Politik

Debat Publik Bahas Industri 4.0, Mahyunadi-Kinsu Bakal Menjadikan Sektor Usaha di Kutim Lebih Modern

Politik

Mahyunadi Blusukan ke Kecamatan Karangan, Utamakan Infrastruktur hingga Pendidikan

Politik

3.945 Linmas Ikut Amankan Hari Pencoblosan, Dilengkapi Hand Sanitizer dan Pengukur Suhu Tubuh

Politik

Peringati Hari Pers Nasional, Safaruddin Dorong Media Tetap Jaga Kredibilitas Informasi

Politik

KPU Kukar Sudah Klarifikasi 14 Pihak, Edi Damansyah Dipastikan Tak Terbukti Melanggar