Home / Aspirasi

Sunday, 29 November 2020 - 06:00 WIB

Soal Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Anggota DPRD Samarinda Mendukung dengan Syarat

Salah seorang siswa mengikuti sekolah daring. (ist)

Salah seorang siswa mengikuti sekolah daring. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Belajar tatap muka saat ini tengah disiapkan lagi oleh pemerintah untuk bisa kembali dimulai. Hal ini juga dapatkan respon dari Dinas Pendidikan Samarinda. Pun demikian dengan kalangan dewan.

Kedua pihak ini pun sudah bertemu lewat rapat dengar pendapat atau RDP pada Selasa, 24 November 2020. Para legislator satu suara dengan sejumlah syarat. Utamanya berkaitan dengan protokol kesehatan.

“Kami mendukung usulan belajar tatap muka ini, tapi ingat dengan protokol kesehatan. Sekolah harus bisa menyiapkan semua sarana pendukungnya,” ujar ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti Jumat (27/11/2020).

Lebih lanjut, dia menerangkan bila kesiapan sekolah ini sangat penting demi belajar tatap muka yang kondusif. Pasalnya, Samarinda masuk masuk kategori zona merah dari Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim.

“Makanya kami beri saran juga, agar Dinas Pendidikan Samarinda survei dulu. Orang tua setuju atau tidak dengan belajar tatap muka. Kemudian periksa data. Ada tidak murid dan guru yang punya komorbid atau penyakit penyerta. Jadi enggak boleh asal,” tegasnya.

Pendapat sama dikemukakan oleh wakil ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. Setidaknya ada empat poin yang jadi perhatian para dewan saat itu.

Pertama mengenai kesiapan sekolah bertalian dengan belajar tatap muka, kesiapan Samarinda yang saat ini masih zona merah, data kasus Covid-19 di Samarinda, serta hasil survei terhadap orang tua dan terakhir rembuk bersama.

Dari keempatnya, politikus PKS ini menitikberatkan dengan kondisi kasus virus beralias corona di Kota Tepian, kemudian kesiapan sekolah.

“Intinya itu sekolah harus siap. Mulai dari sarana cuci tangan, hand sanitizer, tempat duduk berjarak, hingga masker tambahan. Jadi saat murid lupa bawa, sekolah menyediakan,” tuturnya.

Baca Juga:  Tinggalkan AFH-Uce di Pilkada Kutim, Hanura Mantapkan Diri ke Mahyunadi-Kinsu

Dia menambahkan, keputusan pembelajaran tatap muka memang titah dari pusat, namun daerah juga harus bisa mengevaluasi. Siap atau tidak, utamanya dari orang tua. Ini berkaitan dengan wabah yang terlihat, jadi penanganannya tak bisa asal.

Sehingga pemerintah harus bisa melihat, daerah mana saja yang sudah siap. Sebab saat ini posisinya Samarinda masih zona merah Covid-19.

“Jangan sampai muncul klaster sekolah hanya karena tak waspada,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Aspirasi

Wakil Rakyat dari Kaltim Tolak Rencana Impor 1 Juta Beras, Safaruddin: Jangan Melukai Hati Petani!

Aspirasi

Terkesan Buru-buru, Sekdaprov Kaltim Bantah Ada Mufakat Jahat di Pembahasan APBD 2021

Aspirasi

Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan lewat Pengembangan Porang, Safaruddin Kunjungi Lamaru

Aspirasi

Akademisi di Samarinda Beri Pendapat soal Seruan Judicial Review UU Ciptaker ke MK

Aspirasi

Kaltim Berstatus Zona Merah, Safaruddin: Waspada Penyebaran Covid-19 di Lapas dan Rutan

Aspirasi

Tekan Pengangguran Akibat Pandemi, Ini Pesan Politisi PDI Perjuangan

Aspirasi

Sambangi Rumah Aspirasi Drs H Safaruddin, Ini Harapan Suara Pemuda Balikpapan

Aspirasi

Demo Tolak Omnibus Law Berlanjut di Samarinda Diwarnai Aksi Bakar Ban, Polisi Tutup Akses Jalan