Home / Politik

Monday, 30 November 2020 - 06:00 WIB

Dorong Pembangunan Infrastruktur di Kutim, Mahyunadi-Kinsu Siapkan Empat Program Prioritas

H Mahyunadi SE MSi menyapa warga dalam kunjungannya ke desa-desa di Kutim. (ist)

H Mahyunadi SE MSi menyapa warga dalam kunjungannya ke desa-desa di Kutim. (ist)

WAYOUT.ID, SANGATTA – Ketika menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) mendatang, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu akan fokus dalam pembangunan infrastruktur.  Musababnya, sampai saat ini infrastruktur di kabupaten kaya itu perlu penanganan khusus.

Ada empat sektor infrastruktur yang akan dibenahi Mahyunadi-Kinsu saat memimpin Kutim. Yakni jalan, penyelesaian pelabuhan dan bandara, serta elektrifikasi listrik dan sambungan air PDAM di seluruh desa. Namun dengan pengelolaan anggaran yang baik dan benar, PR tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu periode kepemimpinan saja.

Mahyunadi-Kinsu pun sudah menyiapkan empat program unggulan di bidang infrastruktur. Hal itu sangat diperlukan untuk menjadikan Kutim semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Di mana, Mahyunadi-Kinsu berkomitmen mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional.

Penambahan Ruas dan Peningkatan Kualitas Jalan

Berdasarkan jenis permukaan, kondisi jalan di Kutim 31 persen beraspal, 15 persen jalan beton, dan 54 persen belum diaspal atau dibeton. Sementara dilihat dari kondisi, jalan yang kondisinya baik hanya sepanjang 125,42 kilometer, rusak sedang 442,95 kilometer, rusak ringan 171,49 kilometer, dan rusak berat sepanjang 365,89 kilometer.

“Penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan menjadi prioritas utama Mahyunadi-Kinsu. Karena dengan jalan yang mulus dan lebar, dapat menumbuhkan konektivitas antardaerah, antarkecamatan, dan antardesa di Kutim. Jalan harus dibenahi, dari kota sampai pelosok harus tersambung,” kata Mahyunadi.

Dengan terhubungnya setiap daerah, setiap kecamatan, dan setiap desa di Kutim, tentunya akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena mobilitas akan meningkat. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kalau semua terhubung, transportasi semakin lancar, pengiriman barang menjadi mudah sehingga dapat menekan harga, dan yang paling penting aktivitas masyarakat menjadi semakin lancar. Dengan demikian, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Wujudkan Kota Bontang Bebas Kuota, Basri Rase-Najirah Adi Darma Bakal Sebar Wifi Gratis untuk Masyarakat

Penyelesaian Pelabuhan Laut Sangatta dan Pembangunan Bandara

Pelabuhan laut Sangatta adalah jalur tol laut rute 8 yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada tahun 2016. Namun hingga saat ini belum selesai pengerjaannya. Tol laut merupakan upaya pemerintah untuk mendorong percepatan pengiriman barang dan transportasi dari satu pulau ke pulau lainnya.

“Karena pelabuhan belum selesai, jalur tol laut rute 8 belum bisa difungsikan. Sekarang, pengiriman barang ke Kutim harus melalui Balikpapan atau Samarinda dulu. Dibutuhkan waktu dan biaya untuk pendistribusiannya. Namun jika pelabuhan selesai, kita bisa menekan harga kebutuhan. Bahkan bisa meng-cover Berau dan Bontang,” jelasnya.

Begitu juga dengan pembangunan bandara. Belum berfungsinya Bandara Sangkimah juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan Kutim. Aktivitas penerbangan serta pengiriman barang juga masih terfokus di Balikpapan dan Samarinda. Tidak hanya mempercepat pembangunan, upaya untuk menggenjot sektor lain seperti pariwisata akan sulit.

“Dengan adanya bandara, maka Kutim akan cepat berkembang. Akses dari luar menjadi lebih mudah. Bisa langsung mendarat di Kutim, begitu juga sebaliknya. Akselerasi pembangunan akan berjalan dengan cepat. Ekonomi juga akan tumbuh. Sehingga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelas Mahyunadi.

Elektrifikasi Listrik di Semua Desa

Menurut data terbaru, elektrifikasi PLN saat ini baru menjangkau 82 persen dari 141 desa di Kutim. Itu artinya, masih ada daerah di Kutim yang belum teraliri listrik. Hal ini tentunya harus segera dituntaskan. Mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam menjalankan setiap aktivitas.

“Listrik sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Baik untuk kehidupan sehari-hari, mendukung pekerjaan, hingga menjalankan aktivitas belajar. Bahkan, keberadaan listrik juga berpengaruh besar terhadap jaringan telekomunikasi. Persoalan ini harus segera diselesaikan. Seluruh desa di Kutim harus teraliri listrik,” tegas Mahyunadi.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Back Up Penuh Mahyunadi-Kinsu, Safaruddin: Kutim Semakin Maju, Semakin Sejahtera

Sambungan Instalasi PDAM di Semua Desa

Sama halnya dengan listrik, air menjadi keutuhan utama masyarakat. Sayangnya, sambungan air PDAM yang baru mengalir di 43 dari 141 desa di Kutim. Banyak masyarakat yang hanya mengandalkan air sungai, air tanah, maupun air hujan untuk memenuhi kebutuhannya. Baik untuk minum, cuci, maupun untuk keperluan air.

“Seluruh masyarakat Kutim, di manapun berada, di kota maupun di pelosok punya hak yang sama. Harus sama-sama merasakan air bersih. Tentunya, kami akan mendorong agar PDAM terus menambah jaringan pipa hingga ke pelosok. Tidak menutup kemungkinan kita juga akan menggandeng pihak ketiga. Ini penting agar air bisa segera dinikmati oleh seluruh masyarakat Kutim,” jelas Mahyunadi.

Dengan dukungan dari koalisi partai politik (parpol) besar yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Amanat Nasional (PAN), semakin memudahkan Mahyunadi-Kinsu untuk membangun Kutim. Apalagi total dukungan mencapai 23 kursi.

Di samping itu, enam dari delapan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim berada dalam gerbong Mahyunadi-Kinsu. Ini semakin mempermudah lobi-lobi pasangan ini ke pusat untuk menuntaskan berbagai proyek strategis nasional yang ada di Kutim. Di tingkat provinsi, partai pengusung Mahyunadi-Kinsu adalah yang terbesar. Bahkan, Gubernur Kaltim Isran Noor adalah ketua Partai Nasdem Kaltim, partai yang mengusung pasangan ini.

Belum lagi dukungan dari partai pendukung seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sekadar diketahui, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi adalah ketua Gelora Kaltim.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Baca Juga:  Fokus Dorong Pembangunan Infrastruktur di Kutim, Inilah Empat Program Utama Mahyunadi-Kinsu

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Dipanggil Bawaslu, Calon Wali Kota Samarinda: Masa Diundang Orang Enggak Hadir

Politik

Gerakan Milenial Dukung Sulaiman-Ikhwan, Diyakini Mampu Membawa Kesejahteraan Bagi Masyarakat Paser

Politik

Bersama Sulaiman Eva Merukh-Ikhwan Wirawan, Mari Kita Wujudkan Kabupaten Paser Beriman

Politik

Suara Sah Mahyunadi-Kinsu Dianggap Hangus, BSPN Kaltim Ungkap Dugaan Pelanggaran di Kecamatan Busang

Politik

Satu Suara untuk Perubahan Kutim, Warga Desa Sangkima Bergerak Menangkan Mahyunadi-Kinsu

Politik

Balikpapan dan Kukar Diikuti Satu Pasangan, Ini Potensi Sengketa yang Terjadi

Politik

Thohari Aziz Meninggal Jelang Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Balikpapan, Safaruddin: Beliau Orang Baik

Politik

Hai Ges! Ada Info Menarik Nih, Insya Allah Basri Rase Akan Bangun Rumah Kreasi Milenial di Bontang