Home / News

Wednesday, 2 December 2020 - 06:00 WIB

Cerita Penggali Kubur Pasien Meninggal Covid-19, Dapat Bayaran Rp 500 Ribu untuk Satu Makam

Proses pemakaman pasien meninggal karena Covid-19 di Tanah Merah, Samarinda Utara. (ist)

Proses pemakaman pasien meninggal karena Covid-19 di Tanah Merah, Samarinda Utara. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Namanya Senen. Dia teringat beberapa malam lalu. Senen sedang tak melakukan kegiatan saat itu. Ponselnya berdering. Kabar pasien Covid-19 meninggal dunia kembali diterima.

Bapak tiga anak ini segera bersiap diri. Tak lama kemudian langkahnya berhitung menuju taman permakaman Raudlatul Jannah di Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara.

Lokasi tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi pasien Covid-19 di Samarinda. Selama tujuh bulan lebih, dia dan kawan-kawannya selalu siaga menggali kubur.

“Rumah saya dengan lokasi makam dekat saja. Alhamdulillah sampai sekarang kami semua sehat,” kata Senen, Senin (30/11/2020).

Menjadi penggali kubur bagi pasien Covid-19 yang meninggal tidak mudah. Perlu mental kuat. Maklum yang dikebumikan sebagian besar positif virus beralias corona. Karenanya waspada harus dijaga.

Tak hanya itu, mereka juga harus tahan kantuk. Senen mengaku, terkadang dibangunkan tengah malam, bahkan dini hari. Ketika itu terjadi, dirinya tak bisa berbuat banyak. Total ada sembilan orang penggali makam di Raudlatul Jannah.

“Kami kerja sama-sama, terkadang kami siapkan enam lubang kubur, tapi yang datang sembilan jenazah,” tuturnya.

Bahkan, pihaknya pernah menguburkan sepuluh orang dalam sehari pada Oktober lalu. Jumlah itu tertinggi sepanjang virus corona memawabah di Samarinda.

Dari catatan Satgas Penanganan Covid-19, ada 192 kasus kematian di Samarinda. Meski demikian tak semuanya berakhir di Raudlatul Jannah. Ada yang dikremasi, ada juga yang dikebumikan di tempat lain.

Nah, kata Senen, menggali satu lubang perlu waktu dua jam. Namun tergantung lagi kualitas tanah. Gali lubang kuburnya pakai cangkul dan sekop.

“Satu lubang kami diberi Rp 500 ribu,” tegasnya.

Selama berbulan-bulan menggali kubur makam pasien Covid-19, Senen mengaku khawatir. Utamanya terjangkit virus. Namun pekerjaan yang dia tekuni selama delapan bulan terakhir adalah tugas mulia.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Pemenang Pemilu, Andi Harun: Ini Modal Politik Besar

Pemerintah juga sudah menyiapkan sejumlah vitamin dan obat-obatan. Kendati begitu, dirinya juga punya harapan agar wabah ini cepat menghilang.

“Kami juga waswas. Ke mana-mana tak bisa. Kami juga enggak tahu kapan orang meninggal, jadi tidur tak pernah lelap,” akunya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Anggota DPR RI Mulai Disuntik Vaksin Covid-19, Safaruddin: Masyarakat Kaltim Tak Perlu Takut

News

Pasien Terpapar Covid-19 di Berau Melonjak, Kini Delapan Daerah di Kaltim Masuk Zona Merah

News

Rumah Tahanan Polresta Samarinda Jadi TPS Pilkada, Ada 41 Tahanan yang Masuk DPT

News

Angka Sembuh Covid-19 di Kaltim Mencapai 81,3 Persen, Safaruddin Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah

News

Masyarakat Harus Waspada, Kaltim Berada di Posisi Tujuh Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Indonesia

News

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Kaltim Lebih 600, Masyarakat Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan

News

Bayi Dua Bulan Terpapar Covid-19, RS di Balikpapan Siapkan Ruangan Khusus

News

Ada Dugaan Warga Binaan Terlibat Narkoba, Kalapas Akui Belum Terima Laporan