Home / Politik

Wednesday, 2 December 2020 - 06:00 WIB

Mahyunadi Tegaskan Kemenangan Bukanlah Tujuan, Namun Jalan Menuju Kesejahteraan Masyarakat Kutim

Kekompakan selalu ditunjukan H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu. Keharmonisan pemimpin menjadi modal kuat untuk membangun pemerintahan yang baik. (ist)

Kekompakan selalu ditunjukan H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu. Keharmonisan pemimpin menjadi modal kuat untuk membangun pemerintahan yang baik. (ist)

WAYOUT.ID, SANGATTA – H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu dianggap sebagai pasangan sempurna dalam memimpin Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sama-sama memiliki latar belakang berbeda, duet politisi-pengusaha ini diharapkan membawa perubahan demi mewujudkan Kutim maju, mandiri, dan sejahtera.

Tak sekadar berbeda latar belakang, dukungan dari koalisi partai politik (parpol), mulai dari tingkat daerah hingga pusat dipastikan memberi kemudahan bagi calon nomor urut satu ini dalam membangun Kutim. Sehingga dapat mempercepat pembangunan Kutim.

“Kita ini ibarat seperti orang yang mau berangkat. Parpol pengusung adalah kendaraannya, masyarakat adalah penumpangnya, dan Mahyunadi-Kinsu adalah sopir. Lalu, kemenangan adalah jalan. Sedangkan tujuannya adalah mensejahterakan masyarakat Kutai Timur. Jangan terbalik-balik. Jadi saya tegaskan, kemenangan adalah jalan, bukan tujuan,” tegas Mahyunadi.

Ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu menjelaskan, sinergitas antara pemimpin, parpol, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun Kutim. Mahyunadi-Kinsu pun optimistis bahwa dengan periode kepemimpinan yang singkat, dapat merealisasikan program-programnya.

“Mahyunadi-Kinsu sangat optimistis membangun Kutim, meskipun periodenya singkat. Karena apa, kami memiliki dukungan 23 kursi di DPRD Kutim. Ini menjadi modal utama. Artinya setelah dilantik, langsung action. Tidak perlu belajar lagi,” katanya.

Dalam membangun Kutim, ada lima pondasi utama yang harus dibangun. Yakni pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, sumber daya manusia (SDM) unggul, sosial kemasyarakatan, serta tata kelola pemerintahan yang baik. Lima pondasi itu sudah dikemas dalam berbagai program kerja yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Bukan tanpa alasan Mahyunadi-Kinsu berani memastikan bahwa berbagai persoalan di Kutim akan tuntas. Modal dukungan dari parpol pengusung jadi kuncinya. Mahyunadi-Kinsu sendiri diusung koalisi Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca Juga:  Wujudkan Kota Bontang Hebat dan Beradab, Basri Rase-Najirah Adi Darma Tingkatkan Sarana Ibadah dan Olahraga

Lalu, ada lagi dukungan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Jika di DPRD Kutim Mahyunadi-Kinsu memiliki modal 23 dari 40 kursi, maka di DPRD Kaltim didukung 44 dari 55 kursi. Lalu di DPR RI, enam dari delapan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim, adalah pengusung Mahyunadi-Kinsu. Belum lagi dukungan dari anggota DPD RI, Mahyudin dan Zainal Arifin yang selama ini menjadi pendukung penuh pasangan ini.

Di pemerintahan pun demikian, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, adalah ketua parpol pengusung dan pendukung Mahyunadi-Kinsu. Isran menjabat sebagai ketua DPW Nasdem Kaltim, sementara Hadi adalah ketua DPW Gelora Kaltim. Pun demikian di lingkaran pemerintah pusat, parpol pengusung Mahyunadi-Kinsu mengisi hampir seluruh kursi menteri, wakil menteri, hingga staf khusus presiden.

“Itulah mengapa, kami sangat optimistis menjadikan Kutim semakin maju, mandiri, dan sejahtera hanya dalam satu periode. Dukungan dari koalisi juga sangat menguntungkan. Nantinya, dalam pembahasan anggaran dan atau pengusulan, tidak ada lagi adu argumentasi. Program yang sudah kita rancang, langsung jalan. Makanya, dibutuhkan perubahan dalam membangun Kutim,” tegas Mahyunadi.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Baca Juga:  Barkati-Darlis Terakhir Mendaftar, Pilkada Samarinda Diikuti Tiga Kontestan

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Mahyunadi-Kinsu Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur, Pastikan Seluruh Jalanan di Kutim Mulus

Politik

Tinggalkan AFH-Uce di Pilkada Kutim, Hanura Mantapkan Diri ke Mahyunadi-Kinsu

Politik

Dipanggil Bawaslu, Calon Wali Kota Samarinda: Masa Diundang Orang Enggak Hadir

Politik

Komitmen Kembangkan Pariwisata Bontang, Basri Rase-Najirah Adi Darma Siapkan Tiga Program Unggulan

Politik

Baru Saja Dilantik, KBBKT Sangatta Selatan Langsung Tancap Gas Menangkan Mahyunadi-Kinsu

Politik

Usung Sembilan Pasangan Calon, Ini Pesan Ketua PDI Perjuangan Kaltim

Politik

Edi Damansyah-Rendi Solihin Perkenalkan 10 Program Unggulan dan 23 Program Dedikasi untuk Kukar

Politik

Ada Guru Honorer di Kutim Digaji Rp 50 Ribu Per Bulan, Mahyunadi-Kinsu Suarakan Perubahan