Home / Politik

Sunday, 6 December 2020 - 06:00 WIB

Cegah Penyebaran Covid-19 saat Pencoblosan, TPS Akan Disemprot Disinfektan Tiap 3 Jam

ilustrasi. (Pudink/Wayout.id)

ilustrasi. (Pudink/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pesta demokrasi dalam hitungan hari, semua pihak penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) pun bersiap diri. Termasuk  Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di sepuluh kecamatan di Samarinda. Mereka adalah garda terdepan, termasuk urusan protokol kesehatan.

“Kami sudah dua kali bimbingan teknis, ada juga simulasi pemilihan di tengah wabah. Jadi kami sudah siap,” ujar anggota PPK Sungai Pinang, Aditya Ferry.

Diketahui, ada 1.962 tempat pemungutan suara (TPS) di Samarinda. Ribuan tempat menyalurkan hak berdemokrasi ini tersebar di 10 kecamatan dan 59 kelurahan. Khusus di Kecamatan Sungai Pinang, kata Ferry, ada 256 TPS.

Jumlah tersebut menyebar di lima kelurahan. Satu kelurahan bisa menampung 50 TPS. Hingga kini persiapan masing-masing tiap TPS mendekati babak puncak. Maklum saja, beberapa hari lagi sebagian warga Samarinda bakal memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan.

“Kami dari PPK maupun PPS hingga KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sudah ikuti rapid test dan swab test. Langkah ini dilakukan demi menghindari hal-hal tak diinginkan,” tegasnya.

Kekhawatiran terbesar dari panitia ini adalah hadirnya klaster pilkada. Wajar demikian, saat ini penyebaran wabah Covid-19 belum tuntas. Data per 4 Desember 2020 menyebut jika kasus aktif di ibu kota Kaltim ini bertambah lagi. Akumulasi positifnya pun sudah mencapai 5.976 kasus, dari jumlah itu sebanyak 5.341 pasien alami kesembuhan. Menyisakan 441 orang dalam perawatan. Baik isolasi mandiri maupun karantina rumah sakit.

Meski demikian 194 orang di antaranya meninggal dunia. Fakta medis tersebut disadari Ferry. Itu sebab pihaknya enggan kecolongan. Saat ini semua TPS di Kecamatan Sungai Pinang perlahan-lahan menerima logistik. Mulai dari alat pelindung diri dari corona. Masker hingga sarung tangan plastik.

Baca Juga:  Balikpapan Bentuk Tim Khusus Penindak Protokol Kesehatan, Apa Saja Tugasnya

“Jadi pemilih yang lupa membawa masker tetap bisa masuk ke bilik suara. Protokol kesehatan harus tetap dijaga. Itu adalah kewajiban,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, khusus surat, kotak suara ,dan alat coblos juga dalam pendistribusian ke masing-masing TPS. Nantinya semua TPS bakal ikut dengan protokol kesehatan.

Sebelum memilih warga harus cuci tangan. Datang dengan masker dan duduk dengan kursi berjarak. Tak lupa menyiapkan alat pribadi dari rumah. Jika dalam pemeriksaan suhu tubuh lebih dari 37 derajat Celsius maka pemilih tersebut mendapat perlakuan khusus. Bilik suaranya tak bercampur dengan suhu tubuh normal. Dan dalam tiga jam sekali TPS ini bakal disemprot disinfektan.

“Semua petugas juga dilengkapi dengan APD (alat pelindung diri) lengkap. Jadi sesuai dengan protokol kesehatan. Khusus pemilih yang isolasi mandiri tetap bisa memberikan suaranya. Nanti ada petugas khusus mendatangi mereka lengkap dengan hazmat,” katanya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

 

Share :

Baca Juga

Politik

Prioritaskan Kecepatan dan Kualitas Layanan, Basri Rase-Najirah Adi Darma Siapkan Mal Pelayanan Publik

Politik

Balikpapan dan Kukar Diikuti Satu Pasangan, Ini Potensi Sengketa yang Terjadi

Politik

Dugaan Black Campaign Serang Mahyunadi, Kesbangpol Kaltim: LSM Kompak Belum Terdaftar

Politik

Warga Sampaikan Keluh Kesahnya ke Mahyunadi, Berharap Banyak Agar Desa Long Nah Makin Maju

Politik

Hai Ges! Ada Info Menarik Nih, Insya Allah Basri Rase Akan Bangun Rumah Kreasi Milenial di Bontang

Politik

Didukung Partai Berkarya di Pilkada Samarinda, Andi Harun: Vitamin Politik Luar Biasa

Politik

Sederet Alasan Mengapa Mahyunadi-Kinsu Bakal Membawa Kutim Makin Maju

Politik

Basri Rase-Najirah Adi Darma Komitmen Wujudkan Bontang Berseri, Wujud Pengabdian untuk Kota Taman