Home / Politik

Monday, 7 December 2020 - 06:00 WIB

Jelang Pencoblosan 9 Desember 2020, Tiga Pasangan Calon di Samarinda Ikrar Siap Menang Siap Kalah

Ikrar siap menang siap kalah yang dilakukan tiga pasangan calon peserta Pilkada Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayot.id)

Ikrar siap menang siap kalah yang dilakukan tiga pasangan calon peserta Pilkada Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayot.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Helatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda, Rabu 9 Desember mendatang memasuki masa tenang. Jelang masa tenang, ketiga pasangan calon perebut kursi Samarinda satu ini berikrar, kalau mereka yang berlaga siap menang namun juga siap menerima kekalahan.

Hal ini dilakukan ketiga kontestan demokrasi, Sabtu (5/12/2020) siang di halaman Mapolresta Samarinda. Pengambilan sumpah ketiga pasangan calon ini dilakukan sesuai dengan Maklumat Kapolri Nomor 3/IX/2020 tanggal 21 Septenber 2020.

Pada masa tenang ini tentunya, Polresta Samarinda tak ingin adanya kericuhan yang terjadi dari masing-masing massa pendukung atau pun daerah yang menjadi basis salah satu pasangan calon yang berkontestasi.

“Ini dilakukan untuk menjaga kondisifitas sebelum dan setelah pilkada,” jelas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, Minggu (6/12/2020).

Pengambilan sumpah ini juga turut dihadiri oleh seluruh para pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, tim sukses, Dandim 0901/SMD, Pemerintah Kota Samarinda, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan DPRD.

Selepas seremonial, dilanjutkan penandatanganan ikrar oleh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda.

“Pilkada ialah pesta demokrasi, kita harus mendukung pelaksanaan kegiatan ini, dan tentunya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang maka diperlukan penegasan pengaturan. Terlebih semua unsur harus berintegritas dan menjaga netralitas,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika tahapan pemungutan suara yang semakin dekat, pihaknya mengimbau seluruh pihak untuk sama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Samarinda agar tetap aman, damai, sejuk, dan kondusif.

Meski keamanan harus terjaga, namun Arif juga menegaskan kalau imbauan menaati protokol kesehatan Covid-19 wajib dilakukan. Sebab masa pandemi di Kota Tepian belumlah usai.

Baca Juga:  Datangi Bawaslu Kutai Timur, Serahkan Bukti KTP Ganda hingga SK Pergantian Kepala Disdukcapil

“Tentunya dalam masa tenang, kami mengajak kepada pihak-pihak terkait dan seluruh masyarakat serta pasangan calon, tim sukses, simpatisan untuk menjaga situasi aman, sejuk dan sehat,” tandasnya.

Untuk diketahui, ada lima poin dalam ikrar yang diucapkan tiga pasangan calon pada siang kemarin. Berikut lima poin ikrar tiga pasangan calon Pilkada Samarinda.

  1. Akan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif dalam rangkaian tahapan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Samarinda tahun 2020, mulai dari saat ini tahapan kampanye, hari tenang, pemungutan dan penghitungan suara di TPS, rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di TPS, PPK dan KPU, sampai dengan tahap pelaksanaan pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Samarinda terpilih.
  2. Bertanggung jawab terhadap pengendalian massa pendukung, agar tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan tidak melakukan perbuatan atau tindakan anarkis yang melanggar peraturan dan hukum yang berlaku serta ketentuan komisi pemilihan umum pada pemilihan umum kepala daerah Kota Samarinda tahun 2020.
  3. Siap kalah dan siap menang dengan lapang dada serta menerima keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda atas hasil pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Samarinda tahun 2020 secara demokratis, sportif yang dilaksanakan sesuai asas pemilihan umum dan mendukung pasangan calon terpilih.
  4. Menjaga kerukunan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam membangun Kota Samarinda yang aman, tertib, dan damai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  5. Apabila dikemudian hari melanggar kesepakatan ini, maka kami bersedia diambil tindakan sesuai peraturan perundang-undangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Demikian kesepakatan ini kami buat dengan ikhlas sebagai komitmen moral dan acuan etis untuk kepentingan persatuan dan kesatuan. (***)

Baca Juga:  Demo Tolak Omnibus Law di Kantor DPRD Kaltim Berakhir Ricuh, Demonstran dan Polisi Bentrok

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Sekelompok Massa Datangi Kantor KPU Samarinda, Guru Besar Unmul Imbau Tak Ada Intervensi

Politik

Dinilai Dekat dan Mampu Melayani Masyarakat, Sulaiman Makin Banyak Didukung Tokoh Paser

Politik

Basri Rase-Najirah Adi Darma di Pilkada Bontang, Safaruddin: Sudah Kita Usulkan ke DPP

Politik

Dugaan Black Campaign Serang Mahyunadi, Kesbangpol Kaltim: LSM Kompak Belum Terdaftar

Politik

Komitmen Kembangkan Pariwisata Bontang, Basri Rase-Najirah Adi Darma Siapkan Tiga Program Unggulan

Politik

Mahyunadi-Kinsu Pastikan Kesejahteraan Pemuka Agama, Diharapkan Bisa Fokus Membimbing Umat

Politik

Komitmen Basri Rase-Najirah Atasi Banjir di Bontang, dari Revitalisasi hingga Penataan Permukiman

Politik

Warga Desa Marukangan Keluhkan Jaringan Telekomunikasi, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Terkoneksi