Home / Politik

Friday, 11 December 2020 - 06:00 WIB

Sekelompok Massa Datangi Kantor KPU Samarinda, Guru Besar Unmul Imbau Tak Ada Intervensi

Prof Sarosa Hamongpranoto. (ist)

Prof Sarosa Hamongpranoto. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Baru sehari berselang setelah pencoblosan pemilihan kepala daerah (pilkada), selesai, Kamis (10/12/2020) sore tadi, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu didatangi massa. Massa tersebut menyuarakan akan kejanggalan di Pilkada Samarinda.

“Kami banyak menemukan kejanggalan di masyarakat. Kami meminta kepada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) juga untuk bisa menindak adanya kecurangan,” ucap Erly Sopiansyah, salah seorang massa yang ada di lokasi.

Lanjut Erly, kedatangan massa di halaman kantor KPU Samarinda sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Agar penyelenggaraan pesta demokrasi tahun ini di Kota Tepian bisa berjalan bersih, damai, dan kondusif.

Selain itu, kata Erly lagi, tujuan lain puluhan anggotnya datang ke kantor KPU Samarinda dengan tujuan ingin mempertegas kalau hasil resmi dari penyelenggara panggung demokrasi belum keluar. Kinerja KPU Samarinda ditekankan Erly harus bersikap jujur adil dan transparan.

Disampaikan bahwa penyuaraan yang dilakukan Erly dan kawan-kawan ini murni karena kepentingan rakyat. Tanpa ada embel-embel lainnya.

Terpisah, ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat yang dijumpai awak media menyampaikan, kalau lembaga yang dinahkodainya ini sama sekali belum mengeluarkan perolehan suara resmi. Sebab masih dalam tahap rekapitulasi di tingkat kecamatan.

“Sudah saya jawab semua. Dan saya sampaikan bahwa KPU Samarinda sama sekali tidak mengeluarkan perolehan suara untuk hasil Pilkada Samarinda. Saat ini berlangsung rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPK (Panitia Pemungutan Kecamatan),” bebernya.

Kata Guru Besar Unmul

Guru Besar Universitas Mulawarman, Prof Sarosa Hamongpranoto memberi komentar sejuk akan adanya aksi massa di depan kantor KPU Samarinda.

Sarosa menyampaikan bahwa saat ini lembaga negara, yakni KPU Samarinda sedang bekerja melakukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai regulasi yang ada. Untuk hal itu, Sarosa meminta agar tak ada intervensi yang dilakukan kepada pihak lembaga negara.

Baca Juga:  Waktu Pelantikan Kepala Daerah Terpilih di Kaltim Bisa Berbeda-beda, Pemprov Tunggu SK Mendagri

“Jangan ada intervensi. Saat ini biarkan saja dahulu agar KPU, lembaga negara bekerja sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan,” ucapnya.

Lembaga negara itu disebutnya bukan hanya KPU, tetapi juga aparat kepolisian yang bertugas sebagai pengamanan. “Ya termasuk juga kepolisian,” ujarnya.

Ia meminta agar masyarakat menunggu saja hasil dari KPU. Justru jika adanya intervensi, akan membuat kinerja KPU tak maksimal.

“KPU tak boleh diintervensi. Mereka harus bekerja sesuai aturan. Mari kita wujudkan pilkada damai. Pilkada damai kan yang jadi harapan semua pasangan calon,” ujarnya. (***)

Reproter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Muhammad Samsun Hadiri Acara Pengantar Tugas Kapolda Kaltim

Politik

Warga Desa Long Segar Sambut Kedatangan Mahyunadi-Kinsu, Berharap Agar Kutim Makin Maju

Politik

Mahyunadi Kunjungi Desa Makmur Jaya, Pastikan Persoalan Infrastruktur Tuntas di Periode Pertama

Politik

HUT PDI Perjuangan Ikut Peduli Lingkungan, Penanaman Pohon di Kaltim Dilakukan hingga 23 Januari

Politik

Rehabilitasi Masjid hingga Pembangunan Irigasi, Aspirasi Warga Tenggarong Mendukung Edi-Rendi

Politik

Barkati-Darlis Terakhir Mendaftar, Pilkada Samarinda Diikuti Tiga Kontestan

Politik

Jelang Pencoblosan 9 Desember 2020, Tiga Pasangan Calon di Samarinda Ikrar Siap Menang Siap Kalah

Politik

Mahyunadi-Kinsu Pastikan Kesejahteraan Pemuka Agama, Diharapkan Bisa Fokus Membimbing Umat