Home / Politik

Saturday, 12 December 2020 - 06:00 WIB

Pilkada Samarinda, Kapolresta Samarinda Ingatkan Pasangan Calon soal Ikrar Sebelum Pencoblosan

Ikrar siap menang siap kalah yang dilakukan tiga pasangan calon peserta Pilkada Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayot.id)

Ikrar siap menang siap kalah yang dilakukan tiga pasangan calon peserta Pilkada Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayot.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Perebutan kursi pimpinan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) memang harus selalu mementingkan kondusivitas. Bahkan dalam hal tersebut, setiap kontestan yang maju telah disumpah sesuai Maklumat Kapolri Nomor 3/IX/2020 tanggal 21 September 2020.

Hal ini juga turut dilakukan para pasangan calon di Samarinda. Siap menang siap kalah adalah kata yang diambil dari tiga pasangan yang bersaing memperebutkan kursi Samarinda satu pada Sabtu 5 Desember lalu, di halaman Mapolresta Samarinda.

“Sehingga apa yang dilakukan masing-masing pasangan calon sampai masa akhir  harus dipegang, siap menang siap kalah. Baik kepada tim sukses maupun seluruh pendukungnya harus mengingat itu,” tegas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, Jumat (11/12/2020).

Dia menambahkan, selain menagih janji setiap pasangan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Tepian, jajarannya juga tak lupa memprioritaskan hal serupa.

“Peran aktif kami masih terus dilakukan. Memantau situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) Samarinda,” imbuhnya.

Sementara, Kabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Andi Suryadi menambahkan, apabila dalam perolehan suara nanti hasilnya telah diketahui, pasangan calon nomor berapa yang akan memenangkan pesta demokrasi, maka pihak yang kalah harus tetap sesuai komitmen.

Jika dalam perhitungan nanti, ada pihak yang merasa keberatan dengan torehan hasil angka yang dimenangkan, dan merasa ada keganjilan atau indikasi kecurangan, maka Andi menekankan kalau penyelesaian bisa dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Apabila saat penghitungan tidak sesuai harapan, pasangan calon diharapkan sesuai komitmen awal. Dan apabila masih juga tidak puas dengan pleno yang dilakukan silahkan mengajukan gugatan ke MK (Mahkama Konstitusi) melalui jalur hukum,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu 5 November lalu, empat hari sebelum pencoblosan, tiga pasangan calon Pilkada Samarinda, yakni Barkati-Darlis Pattalongi, Andi Harun-Rusmadi Wongso, dan Zairin-Sarwono bertandang ke Mapolresta Samarinda di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang untuk diambil sumpahnya menjaga kondusivitas Kota Tepian selama helatan pesta demokrasi.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19 saat Pencoblosan, TPS Akan Disemprot Disinfektan Tiap 3 Jam

Untuk diketahui, ada lima poin dalam ikrar yang diucapkan tiga pasangan calon pada siang itu. Berikut lima poin ikrar tiga pasangan calon Pilkada Samarinda.

  1. Akan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif dalam rangkaian tahapan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Samarinda tahun 2020, mulai dari saat ini tahapan kampanye, hari tenang, pemungutan dan penghitungan suara di TPS, rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di TPS, PPK dan KPU, sampai dengan tahap pelaksanaan pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Samarinda terpilih.
  2. Bertanggung jawab terhadap pengendalian massa pendukung, agar tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan tidak melakukan perbuatan atau tindakan anarkis yang melanggar peraturan dan hukum yang berlaku serta ketentuan komisi pemilihan umum pada pemilihan umum kepala daerah Kota Samarinda tahun 2020.
  3. Siap kalah dan siap menang dengan lapang dada serta menerima keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda atas hasil pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Samarinda tahun 2020 secara demokratis, sportif yang dilaksanakan sesuai asas pemilihan umum dan mendukung pasangan calon terpilih.
  4. Menjaga kerukunan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam membangun Kota Samarinda yang aman, tertib, dan damai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  5. Apabila dikemudian hari melanggar kesepakatan ini, maka kami bersedia diambil tindakan sesuai peraturan perundang-undangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Demikian kesepakatan ini kami buat dengan ikhlas sebagai komitmen moral dan acuan etis untuk kepentingan persatuan dan kesatuan. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Langgar Protokol Kesehatan, Tiga Calon Petahana di Kaltim Disemprit Mendagri

Politik

Hasil Survei LSI dengan JIP Menangkan Andi Harun-Rusmadi, Punya Persentase Tinggi di Pilkada Samarinda

Politik

Siap Bersinergi Menjadikan Kutim Makin Maju, Wakil Gubernur Kaltim Dukung Penuh Mahyunadi-Kinsu

Politik

Deklarasi Soppeng Masseddi untuk Mahyunadi-Kinsu: Satu Tujuan, Satu Harapan, Menangkan Nomor Satu

Politik

Demi Kutim Makin Maju, Mahyunadi-Kinsu Bakal Wujudkan Pemerintahan yang Baik dan Berbasis Elektronik

Politik

Rangkaian HUT ke-48 PDI Perjuangan di Balikpapan, Safaruddin Ajak Masyarakat Tanam Pohon

Politik

Adi Darma, Calon Wali Kota Bontang Positif Covid-19

Politik

APK Liar di Samarinda Bakal Ditertibkan, Termasuk di Tiang Listrik dan Fasum