Home / Ekobiz

Saturday, 12 December 2020 - 06:00 WIB

Stok Cabai Rawit di Samarinda Menipis Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Imbauan Gubernur Kaltim

Gubernur Kaltim, Isran Noor ditemui sejumlah media. (ist)

Gubernur Kaltim, Isran Noor ditemui sejumlah media. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Stok cabai rawit di sejumlah pasar di Samarinda terancam menipis jelang Natal dan Tahun Baru. Kondisi tersebut lantaran daerah ini tak mendapat kiriman pasokan dari Jawa dan Sulawesi sejak 10 hari terakhir.

“Ini berdasarkan hasil pantauan dari tim Dinas Ketahanan Pangan yang melakukan survei di dua pasar tradisional Samarinda yakni Pasar Segiri dan Pasar Pagi,” ujar Asisten II Pemerintah Kota Samarinda, Nina Endang.

Kata Nina, sejumlah pedagang di Pasar Segiri dan Pasar pagi harus mengambil pasokan dari daerah lain. Terdekat dari Balikpapan dan lainnya, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Fenomena ini sebenarnya jarang terjadi. Namun bila berlarut-larut bakal berpengaruh dengan harga cabai rawit di pasaran.

“Harga cabai pasti naik karena ada biaya tambahan yang dikeluarkan pedagang dalam alur pendistribusian,” katanya.

Untuk hal itu, respon diberikan dengan memberikan pertanyaan pada Asosiasi Petani Cabai di Jawa Timur dan Sulawesi.

Informasi diterima, petani di dua daerah ini tidak mengalami kendala dengan urusan panen. Malahan mereka menanti permintaan dari Kaltim, khususnya Samarinda.

“Ini yang sebenarnya perlu kita jaga. Karena jika permintaan tinggi tetapi ketersediaanya terbatas, maka bakal terjadi lonjakan harga, sehingga pemerintah wajib mewaspadai spekulan,” tegasnya.

Dia menambahkan, bila terjadi kenaikan harga di pasar tentu tak lain lantaran adanya lonjakan permintaan dari para konsumen. Dan itu lazim terjadi jelang Natal dan pergantian tahun. Apalagi dua bulan terakhir ekonomi Samarinda mulai bergairah. Namun tak kalah peting peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

“Jika roda ekonomi Samarinda perlahan-lahan membaik jelang penghujung tahun, itu perlu kita syukuri bersama,” pungkasnya.

Imbauan Gubernur Kaltim

Masih di suasana pandemi Covid-19, pelaksanaan ibadah Natal dan perayaan tahun baru diharap tidak menimbulkan pengumpulan banyak orang, hingga berpotensi terjadinya penularan virus. Tidak melaksanakan ibadah Natal dengan jumlah orang yang besar, tertuang dalam surat edaran Gubernur Kaltim, bernomor 300.1/7143 /B.PPOD.

Baca Juga:  Kendati Jembatan Pulau Balang Sudah Tersambung, Akses Jalan Pendekat Terhambat Pembebasan Lahan

Dalam surat edaran tersebut, Gubernur Kaltim, Isran Noor mengimbau agar seluruh kegiatan keagamaan yang bersifat pengumpulan massa dan menjadi tempat berkerumunnya orang banyak adalah hal yang dilarang.

Hal itu sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk bersama-sama meyakinkan bahwa ibadah hari raya Natal sebaiknya tidak dalam jumlah yang banyak dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tulis edaran yang ditandatangani Isran.

Edaran tersebut ditegaskan oleh Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Masrawan. Dirinya menegaskan, perayaan ibadah Natal tetap bisa berjalan bagi yang merayakan.

Namun akan ada protokol ketat di setiap tempat ibadah. Pengetatan ini guna mengurangi potensi penulan virus yang mengancam jemaah perayaan.

“Tempat ibadah tetap dijaga, dijalankan tapi menggunakan protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker, dan tidak berkerumun,” kata Masrawan, Jumat (11/12/2020). (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Lindungi Petani dari Dampak Perubahan Iklim dan Cuaca, Mandiri AXA Gandeng AXA Climate dan YASI

Ekobiz

Turun Sekitar Rp 3 Triliun, Segini Target Pendapatan Kaltim di APBDP 2020

Ekobiz

Dana Bagi Hasil Turun, APBD Kaltim Diprediksi Tergeurs Rp 864 Miliar

Ekobiz

Gegara Operasi Penerapan Disiplin Covid-19, Dua Pusat UMKM Samarinda Ditutup Seminggu

Ekobiz

Tidak Mengalami Kenaikan karena Pandemi Covid-19, UMP Kaltim 2021 Tetap di Angka Rp 2,9 Jutaan

Ekobiz

Ekonomi Kaltim Perlahan Mulai Membaik, Triwulan III 2020 Alami Pertumbuhan hingga 2,39 Persen

Ekobiz

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, APBD Kaltim 2021 Diprediksi Cuma Sekitar Rp 9 Triliun

Ekobiz

Kendati Belum Mencapai Kata Final, APBD Kaltim Tahun 2021 Diperkirakan Naik Sebesar Rp 2 Triliun