Home / News

Tuesday, 15 December 2020 - 06:00 WIB

Survei Belajar Tatap Muka di Samarinda, Sebanyak 83 Persen Orang Tua Menyatakan Setuju

Simulasi pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka di masa pandemi Covid-19. (ist)

Simulasi pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka di masa pandemi Covid-19. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Survei dilakukan Dinas Pendidikan Samarinda untuk para orang tua terkait dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang akan mulai dilakukan secara tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadi menyampaikan, berdasarkan survei tersebut didapatkan hasil bahwa 83 persen orang tua murid setuju akan dilaksanakan sekolah tatap muka.

“Survei itu sudah kita dapatkan. Hasilnya, orang tua sudah 83 persen setuju,” ungkapnya Senin (14/12/2020). Meski demikian, KBM nantinya tidak serta-merta dilakukan secara menyeluruh.

Sehingga dengan hasil yang demikian, Dinas Pendidikan akan melaporkan kepada tim Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda, yang diketuai oleh Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang.

“Nantinya beliau lah yang memutuskan, berapa yang disetujui terlebih dahulu. Artinya ini tidak perlu terburu-buru, tetapi diujicobakan,” sambungnya.

Dengan gerakan 3M, Drs H Safaruddin mengajak masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Pudink/Wayout.id)

Hingga nantinya ketahuan berapa sekolah yang direkomendasikan bisa melakukan sekolah secara tatap muka tersebut. Dan hal itu tidak luput pula dari pantauan Dinas Pendidikan Samarinda.

“Nantinya berapa sekolah yang direkomendasikan dibuka, dan akan kita pantau di sekolah itu, yang artinya sekolah tersebut mendukung atau tidak,” pungkasnya.

Selain itu, perihal protokol kesehatan pun akan jadi perhatian.

“Protokol kesehatan adanya tempat cuci tangan air mengalir, harus memakai masker, tidak ada pelaksanaan upacara, tidak ada kantin, tidak ada kegiatan ekstrakurikuler. Artinya habis belajar langsung pulang,” jelasnya.

Balikpapan Mulai Simulasi

Sementara itu di Balikpapan, simulasi pembelajaran tatap muka di tingkat SMP sudah mulai dilakukan. Di antaranya ada SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 12 Kota Balikpapan yang melaksanakan simulasi Senin (14/12/20).

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi sejak pukul 10.00 Wita terlihat memonitor tiga sekolah tersebut. Sementara dari evaluasi monitoring tersebut, dari segi sarana dianggap sudah memenuhi standar protokol kesehatan.

Baca Juga:  Penyegaran di Tubuh Kepolisian, Kabag Ops Polresta Samarinda Resmi Menjabat Wakapolres Kukar

“Dari segi sarana saya rasa semua sudah menyiapkan. Yang masih perlu diedukasi adalah praktiknya. Tadi disampaikan juga Kepala Dinas Kesehatan Kota, bagaimana kegiatan cuci tangan yang dilakukan siswa,” ungkap Rizal.

Menurutnya para siswa harus memahami dengan baik bagaimana tahapan cuci tangan agar pelaksanaan protokol kesehatan ini tidak setengah-setengah. Juga penggunaan masker sesuai standar.

“Karena masih terlihat siswa yang menggunakan masker scuba yang sudah tidak direkomendasikan lagi. Mereka sudah bawa masker dua masker, tapi ada yang bawa masker scuba yang tidak memenuhi standar,” kata Rizal.

Selain itu terkait kerumunan, ia juga telah menyampaikan baik kepada kepala sekolah maupun para guru agar menghindari kerumunan dengan meniadakan istirahat di luar kelas.

“Jadi sementara tidak ada kantin supaya mereka tidak makan di kantin dan bisa membawa makanan sendiri. Ini yang paling berat adalah menjaga agar tidak terjadi kerumunan,” jelas wali kota dua periode ini.

Dalam hal ini penerapan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M) mesti jadi prioritas utama dalam pelaksanaan PTM. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Jembatan Dondang Retak Gegara Ditabrak Tongkang, Dishub Kaltim Masih Menunggu Hasil Penyelidikan

News

Bawaslu Bontang Bubarkan Kegiatan LSI Denny JA, Dianggap Tak Terdaftar di KPU dan Melanggar PKPU

News

Warga Binaan Rutan Klas IIA Samarinda Meninggal Dunia, Status Probable Covid-19

News

Dua Orang Jadi Tersangka di Demo Omnibus Law di Samarinda, Aliansi Mahakam Menggugat: Kami yang Dituduh

News

Pasien Terpapar Covid-19 di Berau Melonjak, Kini Delapan Daerah di Kaltim Masuk Zona Merah

News

20 Orang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Mantan Bupati Kutim, Termasuk Anggota Dewan

News

Berjuang Selama 12 Hari untuk Sembuh dari Covid-19, Bupati Berau Tutup Usia

News

Safaruddin Kutuk Keras Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar, Ajak Masyarakat Lakukan Pencegahan