Home / Ekobiz

Monday, 21 December 2020 - 06:00 WIB

Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindagkop-UKM Kaltim Pantau Barang Pokok Via Aplikasi

Yadi Robyan Noor. (ist)

Yadi Robyan Noor. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Perayaan Natal dan tahun baru sebentar lagi tiba.  Menjelang hari besar itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltim bakal lebih sering mengawasi bahan pokok di sepuluh kabupaten/kota Benua Etam. Tujuannya untuk memastikan produk aman terkendali.

“Untuk semua bahan pokok. Dari beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging sapi bisa tahan hingga dua sampai empat bulan,” terang kepala Disperindagkop-UKM Kaltim, Yadi Robyan Noor Jumat (18/12/2020).

Informasi yang dihimpun, setiap daerah ragam pasar diawasi. Seperti di Samarinda, ada tiga yakni Pasar Segiri, Pasar Kedondong, Pasar Sungai Dama, kemudian di Balikpapan ada Pasar Pandan Sari, Kutai Kartanegara ada Pasar Mangkurawang, Kutai Barat dengan Pasar Jaras, Bontang dengan Pasar Rawa Indah, sementara di Kutai Timur ada Pasar Induk Sangatta, di Berau ada Pasar Sanggam Aji Dilayas, Penajam Paser Utara ada Pasar Penajam, Paser dengan Pasar Senaken dan Mahulu ada Pasar Ujoh Bilang.

Demi memonitoring setiap stok di semua pasar tersebut, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing kabupaten/kota. Hasilnya, Disperindagkop setempat menyiapkan petugas yang mengawasi dari pagi hingga sore.

“Setiap pasar petugasnya ada dua. Hasil monitoring langsung update di aplikasi sistem kami dan dipublikasikan lewat portal kami,” imbuh Roby, sapaan karibnya.

Sementara untuk harga, lanjutnya, relatif stabil. Hanya saja di beberapa daerah komoditas daging ayam, bawang merah, dan cabai mulai mengalami kenaikan. Lonjakan nilai sembako tersebut berada di angka 15 hingga 35 persen. Kondisi ini juga berkaitan dengan pembatasan karena pandemi virus corona atau Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Saat ini, ketersediaan kebutuhan pokok di Kaltim sebagian besar masih dipasok dari luar daerah,” sebutnya.

Baca Juga:  Tingkat Kesembuhan di Balikpapan Mencapai 80 Persen, Namun Penambahan Pasien Terpapar Sebanyak 50 Kasus

Daerah yang dimaksud Roby berasal dari Sulawesi dan Jawa Timur. Jika ada keterlambatan pengiriman pasokan, bisa jadi karena cuaca. Sekali lagi dirinya memastikan jelang Natal dan Tahun Baru ini semua stok aman dan harga terjamin stabil.

“Jadi warga tak perlu khawatir,” katanya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Wow, Total Anggaran Penanganan Covid-19 di Kaltim Mencapai Rp 536 Miliar

Ekobiz

Kinerja Salah Satu BUMD Belum Memuaskan, Ini Kata Kepala Bapenda Samarinda

Ekobiz

Kendati Belum Mencapai Kata Final, APBD Kaltim Tahun 2021 Diperkirakan Naik Sebesar Rp 2 Triliun

Ekobiz

Usaha Kuliner di Citra Niaga dan Tepian Mahakam Lumpuh, Take Away Juga Dilarang

Ekobiz

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, APBD Kaltim 2021 Diprediksi Cuma Sekitar Rp 9 Triliun

Ekobiz

Masyarakat Indonesia Optimistis Krisis Ekonomi Segera Berlalu, Ini Penyebabnya

Ekobiz

Gegara Operasi Penerapan Disiplin Covid-19, Dua Pusat UMKM Samarinda Ditutup Seminggu

Ekobiz

Tidak Ada Penurunan Harga Pertalite di Kaltim, Ini Loh Penyebabnya