Home / Politik

Wednesday, 23 December 2020 - 06:00 WIB

Surat Suara Rusak Tembus Angka 17 Ribuan, Ketua KPU Samarinda Bantah Adanya Kecurangan

Firman Hidayat. (ist)

Firman Hidayat. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Samarinda telah usai. Pasangan calon Andi Harun-Rusmadi unggul perolehan suara dari para rivalnya, Zairin-Sarwono dan pasangan calon Barkati-Darlis.

Dari penghitungan suara, Andi Harun-Rusmadi unggul dengan perolehan 102.592 suara disusul Zairin-Sarwono sebanyak 98.245 suara, dan Barkati-Darlis sebanyak 83.243.

Tercatat pula surat suara sah sebanyak 284.080 dan surat suara tidak sah sebanyak 17.475 dari 1.962 tempat pemungutan suara (TPS) di 10 Kecamatan Kota Samarinda.

Angka surat suara tidak sah sebanyak 17.475 tersebut sempat dipermasalahkan saksi pasangan calon nomor urut 03 pada saat pleno rekapitulasi di tingkat kota. Begitu pula saat pertemuan tim pemenangan pasangan calon yang dilaksanakan, Senin (21/12/2020) kemarin.

Calon Wakil Wali Kota Samarinda jalur independen, Sarwono kembali menuding adanya kecurangan atas surat suara tidak sah yang tercatat dalam laporan penghitungan suara di tingkat TPS.

“Saya ingin tegaskan bahwa proses pilkada memang sudah selesai. Tapi saya mau ingatkan seluruh komponen dalam pilkada ini bukan hanya calon tapi pelaksana pilkada. Pertama perhatikan, 17 ribu lebih yang dianggap surat suara rusak. Ini sama saja menuduh masyarakat Samarinda ini bodoh. Tidak bisa memilih sampai rusak. Ada apa?,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Sarwono, ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Firman Hidayat membantah adanya kecurangan saat menentukan sah atau tidaknya surat suara.

Sebab, kata Firman, penghitungan suara di tingkat TPS disaksikan tiga orang saksi dari masing-masing pasangan calon. “Buktikan kalau memang ada kecurangan. Jadi tidak mungkin kalau ada yang tidak sah kemudian disahkan atau sebaliknya, pasti ada protes dari para saksi,” ungkapnya saat dihubungi awak media, Selasa (22/12/2020)

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19 saat Pencoblosan, TPS Akan Disemprot Disinfektan Tiap 3 Jam

Firman menjelaskan, berdasarkan panduan Peraturan KPU Nomor 18 dan 19 dijabarkan terkait klasifikasi surat suara sah dan tidak sah. “Misal sobek terus mencoblos lebih dari satu di gambar pasangan calon, mencoblos di luar kolom pasangan calon, mencoblos di antara kolom pasangan calon, banyak yang enggak sah,” jelasnya.

Pernyataan Sarwono dianggap Firman tidak sesuai dengan fakta lapangan yang telah dilalui dalam setiap tahapan penghitungan.

“Semua saksi melihat langsung di lapangan. Bahwa faktanya seperti itu. Aku tidak mau bicara jumlah sedikit, sedang, atau banyak tapi bahwa itulah fakta saat penghitungan di TPS sebanyak 1.962 TPS,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

KPU Larang Calon Kepala Daerah Iklan di Media Sosial, Hanya Boleh Beriklan di Media Massa

Politik

Demi Jalankan Amanah yang Lebih Besar, Thohari Aziz Tinggalkan DPRD Balikpapan

Politik

Langgar Protokol Kesehatan, Tiga Calon Petahana di Kaltim Disemprit Mendagri

Politik

Pilih Nomor Dua! Berikut Visi, Misi, dan Program Neni Moerniaeni-Joni Muslim untuk Kota Bontang

Politik

Musancab-Rakercabsus PDI Perjuangan Kukar, Ajang Konsolidasi Pemenangan Edi Damansyah-Rendi Solihin

Politik

Warga Desa Benua Ilir Mengadu ke Mahyunadi-Kinsu, Keluhkan Pengurusan Administrasi hingga Kesulitan Pupuk

Politik

Gubernur-Wakil Gubernur Pastikan Pilkada Lancar, Imbau Semua Pihak Saling Menghormati

Politik

Warga Desa Marukangan Keluhkan Jaringan Telekomunikasi, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Terkoneksi