Home / News

Sunday, 27 December 2020 - 06:00 WIB

Sembilan Orang di Kaltim Meninggal Akibat Covid-19, Polisi Bakal Bubarkan Kerumunan

ilustrasi. (ist)

ilustrasi. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Sebanyak sembilan orang dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19 di Kaltim per Sabtu (26/12/2020).

Adanya tambaha kasus pasien meninggal itu membuat akumulasi kasus kematian akibat Covid-19 di Kaltim menjadi 718 kasus. Hal itu berdasarkan rilis Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim.

“Sembilan kasus meninggal itu berasal dari Kutai Barat (Kubar) satu kasus, Kutai Kartanegara (Kukar) satu kasus, Mahakam Ulu (Mahulu) satu kasus, Balikpapan dua kasus, Bontang satu kasus dan Samarinda dengan tiga kasus,” ujar Juru Bicara Satgas Penangansn Covid-19 Kaltim

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif di hari ini ada 288 kasus. Total akumulasi kasus positif Covid-19 di Kaltim menjadi 25. 769 kasus. Adapun untuk pasien sembuh dilaporkan ada 193 kasus.

“Mari kita terus lakukan segala kegiatan dengan ikuti protokol Kesehatan,” ujar Andi..
Tingginya kasus Covid-19 ini membuat beberapa kabupaten/kota di Kaltim juga lakukan tindakan. Salah satunya di Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengeluarkan surat edaran nomor 360/1528/300.07 tentang penegakan protokol kesehatan pada hari raya Natal 2020 dan tahun baru 2021. Surat tertanggal 21 Desember 2020 itu langsung ditindaklanjuti instansi terkait.

Tak hanya itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman sebagai perwakilan korps Bhayangkara dalam penanganan Covid-19 Samarinda dan instansi terkait mengadakan rapat koordinasi Operasi Lilin Mahakam 2020, di Aula Wirapratama Mako Polresta Samarinda. Mereka membahas kesiapan pengamanan Natal 2020 dan tahun baru 2021 (nataru).

Rakor dihadiri jajaran terkait dari Kodim 0901/Samarinda, Pemkot Samarinda yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), beberapa kepala dinas, para pengusaha tempat hiburan, serta kapolsek sejajaran.

Rakor berlangsung tertutup kurang lebih dua jam. Salah satu topik yang dibahas yakni mencegah kerumunan masyarakat terutama pada malam pergantian tahun, guna mencegah penyebaran Covid-19.
“Kalau ada perkumpulan atau kerumunan ada acara, terpaksa akan bubarkan. Karena sudah ada surat edarannya,” ujar KapolrestaArif Budiman yang ditemui usai rakor.

Baca Juga:  55 Orang Diperiksa Bawaslu Samarinda, Kira-Kira Ada Masalah Apa Ya…

Tidak hanya masyarakat. Kalangan perhotelan, tempat hiburan malam (THM), karaoke, cafe dan lokasi wisata juga dibatasi pengunjung dan jam kegiatan. “Perhotelan juga dilarang (membuat acara). Tidak ada lagi acara malam tahun baru,” tandasnya.

Dengan gerakan 3M, Drs H Safaruddin mengajak masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Pudink/Wayout.id)

Kombes Pol Arif Budiman bahkan dengan tegas menyatakan tidak segan menindak jika ada yang melanggar. “Apabila ada yang melanggarnya, kami kenakan sanksi sampai pidana. Karena kami sudah mengingatkan dan sudah sosialisasikan,” tegasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Ada Oknum Penyidik KPK Diduga Peras Tersangka Korupsi, Komisi III: Harus Ditindak Tegas

News

Kaltim Masuk Lima Besar Kasus Harian Tertinggi Penyebaran Covid-19, Isran Noor Sebut Tak Masalah

News

Selain Ajak Masyarakat Berpartisipasi Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Safaruddin Juga Imbau Petugas untuk Lebih Humanis

News

Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah, Samarinda dan Kaltim Kini Masuk Zona Risiko Sedang

News

Perwali Protokol Kesehatan Diterapkan, Berlakukan Sanksi di Samarinda

News

Wabah Corona Belum Mereda, Terapkan Jam Malam di Balikpapan

News

Gawat, Enam Kecamatan di Samarinda Masuk Zona Merah Covid-19

News

Distribusi Vaksin Covid-19 Ditentukan oleh Pemerintah Pusat, Pemprov Kaltim Belum Dapat Kejelasan