Home / News

Thursday, 31 December 2020 - 06:00 WIB

Isu Penyebaran Covid-19 lewat Seprai Menyeruak dan Handuk, Begini Penjelasan dari PHRI Kaltim

Penerapan protokol kesehatan di hotel intens dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. (ist)

Penerapan protokol kesehatan di hotel intens dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pandemi Covid-19 di Kaltim masih belum menunjukkan penurunan signifikan. Berbagai langkah pun terus dilakukan untuk menekan penyebaran angka Covid-19 di Kaltim.

Angka Covid-19 belum turun, kabar beredar di kalangan perhotelan, mengenai isu penularan Covid-19 melalui seprai dan handuk. Untuk itu, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, Muhammad Zulkifli membantah hal itu.

“Sampai sekarang belum ada (penularan Covid-19 di hotel). Kami sudah sering imbau kepada pengelola hotel soal disiplin protokol kesehatan (prokes). Jangan sampai dilanggar,” ujarnya Selasa (29/12/2020).

Dia mengatakan, sejak pemerintah memberikan ruang bagi hotel dan pariwisata untuk bernapas, pihak PHRI, kata Zulkifli, langsung tancap gas dengan program pemerintah pusat. Tepatnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Namanya CHSE, yang merupakan kepanjangan dari cleanliness, health, safety, and environmental sustainability. Nantinya sertifikasi CHSE tersebut menjadi syarat bagi pelaku industri wisata bila ingin dikunjungi turis lokal dan internasional. Pasalnya lisensi ini menjadi penanda destinasi terkait layak dikunjungi lantaran sudah memenuhi standar protokol Covid-19.

“Tapi yang jelas kami juga perlu pengawasan dari pemerintah. Sementara warga juga perlu diberikan edukasi tentang pentingnya protokol kesehatan,” imbuhnya.

Dengan gerakan 3M, Drs H Safaruddin mengajak masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Pudink/Wayout.id)

Komponen CHSE ini begitu penting dalam industri pariwisata ke depan. Pasalnya dalam tatanannya menyematkan penerapan ketat protokol kesehatan. Misalnya, pembersihan ruang dan barang publik dengan disinfektan, ketersediaan sarana mencuci tangan dengan sabun, dan tempat sampah bersih. Ada pula koordinasi antara pengelola destinasi wisata dengan Satgas Covid-19 daerah dan rumah sakit.

Upaya CHSE lainnya adalah pemeriksaan suhu tubuh, wajib memakai masker, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari berjabatan tangan. Pun demikian dengan penanganan terhadap pengunjung dengan gangguan kesehatan ketika beraktivitas di semua destinasi wisata.

Baca Juga:  Vaksinasi Dosis Kedua Pedagang Pasar Tradisional di Balikpapan Dilakukan, Ini Harapan Wali Kota

“Kami sudah menerapkan aturan ini dengan ketat hingga sekarang,” sebut dia.

Bahkan saat Pemprov Kaltim mengeluarkan imbauan tentang larangan berkerumun dan berkumpul di hotel jelang akhir tahun, pihak PHRI Kaltim ikut serta. Aturan itu, sambung Zulkifli, hanya sementara. Tujuannya tak lain agar kasus positif Covid-19 tak bertambah lagi.

Dari pegelola hotel juga demikian. Soal seprai dan handuk pasti diganti. Sebab anggota PHRI Kaltim pastilah menjaga kebersihan masing-masing hotel.

“Sedangkan mau rapat (di hotel) saja kami semprot (disinfektan) dulu,” ujarnya.

Ada Tujuh Kasus Meninggal Akibat Covid-19 di 30 Desember

Sementara itu, data harian Covid-19 di Kaltim pada Rabu (30/12/2020), ada penambahan cukup tinggi untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlahnya 319 kasus baru.

Penambahan itu, terbanyak berasal dari Balikpapan dengan 85 kasus, Kutai Kartanegara (Kukar) dengan 57 kasus, serta Samarinda dengan 37 kasus.

Meski angka positif naik, angka pasien sembuh untungnya juga meningkat. Yakni ada 237 kasus sembuh. Sementara untuk kasus meninggal, terlaporkan ada tujuh kasus.

“Pasien meninggal berasal dari tiga daerah yakni Kukar, Balikpapan, dan Samarinda,” ujar kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Staf Kampus Unmul Terpapar, Samarinda Jadi Daerah Terbanyak Kasus Corona

News

Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Indonesia, Kuota untuk Kota Samarinda Masih Belum Diketahui

News

Soal Sengketa Tanah di Samarinda, Pemerintah Pastikan Selesaikan Jika Sudah Miliki Putusan Hukum

News

Cerita Penggali Kubur Pasien Meninggal Covid-19, Dapat Bayaran Rp 500 Ribu untuk Satu Makam

News

Seleksi Pejabat Pemprov Kaltim Selesai, Inilah Daftar 13 Pejabat yang Dilantik Isran Noor

News

Kilometer 13 dan Lamaru Dijaga Ketat, Masuk ke Balikpapan Wajib Jalani Rapid Test Antigen secara Acak

News

Hasil Tes Swab Massal di Bandara APT Pranoto Samarinda, 160 Pegawai Dinyatakan Negatif Covid-19

News

Wali Kota Enggan Ambil Risiko, Pemerintah Kota Samarinda Tunda Pembelajaran Tatap Muka