Home / News

Saturday, 2 January 2021 - 06:00 WIB

Dibubarkan Pemerintah, Polisi di Balikpapan dan Samarinda Tegas Tak Biarkan Atribut FPI Terlihat

Atribut FPI yang telah dicopot di Petamburan, Jakarta. (ist)

Atribut FPI yang telah dicopot di Petamburan, Jakarta. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pasca dibubarkannya Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah, Polresta Balikpapan menegaskan tidak ada toleransi kegiatan FPI di wilayahnya.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi mengatakan, sebelum FPI dibubarkan oleh pemerintah pada tanggal 30 Desember 2020 lalu, pihaknya telah menurunkan spanduk dan baliho FPI yang terpasang.

“Kita tidak perlu toleransi lagi kepada FPI. Sebelum ada informasi pembubaran itu kita sudah turunkan spanduk dan baliho FPI yang ada di Balikpapan,” katanya.

Dengan adanya pembubaran FPI beberapa waktu lalu, Turmudi menegaskan tidak ada gejolak yang terjadi di Kota Minyak. “Alhamdulillah tidak ada gejolak di Balikpapan, tetap aman,” ungkapnya.

Dia mengatakan, ke depan tidak ada lagi kegiatan-kegiatan FPI yang ada di Balikpapan, baik itu pemasangan baliho maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

“Tidak ada kegiatan FPI lagi, kalau itu dilakukan apalagi tidak ada protokol kesehatan saya akan mencari pasal-pasal yang pas untuk menindak mereka secara hukum. Jadi mereka itu sudah dilarang dan tidak boleh ada lagi,” ujarnya.

Pihaknya akan mengimbau pelanggaran hukumnya dan akan dilakukan proses secara hukum.

Sementara itu di ibu kota, penertiban FPI pun juga telah dilakukan oleh jajaran Polresta Samarinda. Hal itu ditegaskan langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arief Budiman yang mengatakan, penertiban ormas FPI turut menjadi atensi di wilayah hukum kepemimpinannya.

“Ya, itu sudah jelas. Kami juga telah melakukan vicon (video conference)  bersama Kapolda Kaltim. Beliau tegas, tidak ada lagi atribut FPI yang kelihatan di daerah di Kaltim,” tegasnya, Jumat (1/1/2021) sore tadi.

Mantan ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu turut memastikan, Polresta Samarinda bersama TNI dan Satpol PP, akan tegas untuk melakukan penertiban. Bila masih ada temuan atribut ataupun kegiatan FPI, maka aparat tidak segan untuk membubarkan maupun mencopotnya sesuai instruksi dan ketentuan pemerintah pusat.

Baca Juga:  Karena Tidak Masuk Daerah Prioritas, Kaltim Baru Kebagian Jatah Vaksin Covid-19 Tahun Depan

“Kami juga sudah ke markasnya, tetapi kosong. Yang jelas kami akan masif memaksimalkan dan menindaklanjuti itu, karena ini menjadi atensi pusat demi kondusivitas. Kami juga berharap untuk media juga bisa menyosialisasikan, jika Polri sangat tegas dalam menindak hal itu. Dan jajaran polsek juga sudah kami atensikan,” sambungnya.

Seperti yang telah diketahui, pemerintah telah resmi membubarkan dan melarang aktivitas FPI pada 30 Desember 2020 lalu. Pembubaran tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB), tentang larangan kegiatan penggunaan simbol dan atribut serta kegiatan FPI.

SKB ini ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Tenaga Kesehatan Balikpapan Mulai Divaksin, Lima Orang Positif saat Rapid Test Antigen Acak

News

Hasil Tes Swab Massal di Bandara APT Pranoto Samarinda, 160 Pegawai Dinyatakan Negatif Covid-19

News

Berkas Korupsi Ismunandar Dilimpahkan, Pekan Depan Disidangkan di Pengadilan Tipikor Samarinda

News

Terjerat Kasus Penggelapan, Kejari Jebloskan Anggota DPRD Balikpapan ke Lapas

News

Survei Belajar Tatap Muka di Samarinda, Sebanyak 83 Persen Orang Tua Menyatakan Setuju

News

Sampaikan Rasa Belasungkawa, Safaruddin Silaturahmi ke Kediaman Mendiang Thohari Aziz

News

Kilometer 13 dan Lamaru Dijaga Ketat, Masuk ke Balikpapan Wajib Jalani Rapid Test Antigen secara Acak

News

Dilarang Gelar Resepsi Pernikahan di Balikpapan, Meski Sudah Pegang Izin Tetap Ditunda