Home / News

Sunday, 3 January 2021 - 06:00 WIB

Ada Ratusan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Per Harinya, Masyarakat Kaltim Rentan Terpapar

ilustrasi. (ist)

ilustrasi. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Indonesia menempati peringkat keempat negara dengan persentase positive rate atau tingkat kasus positif Covid-19 tertinggi di dunia dengan 21,6 persen. Kasus Covid-19 pada tahun 2021 diprediksi bisa lebih buruk dari tahun 2020.

“Sudah kuduga, Indonesia termasuk top 4 positive rate tertinggi (terburuk) di dunia. Kenapa bisa terjadi? Testing dan tracing tidak niat, mobilitas tidak ditekan, pelanggaran protokol 3M. Semua bergembira tahun akan berganti, padahal 2021 kemungkinan akan lebih buruk dari 2020,” tulis salah satu inisiator Pandemic Talks, Firdza Radiany dalam akun Twitter-nya.

Positive rate merupakan jumlah kasus positif berbanding dengan jumlah tes. Angka positive rate Indonesia ini jauh berada dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan ambang 5 persen.

Berdasarkan Our World in Data per 27 Desember 2020 yang dikutip dalam akun Instagram @pandemictalk, Polandia berada di peringkat pertama dengan angka 33,6 persen, sementara Afrika Selatan di peringkat dua dengan angka 27,1 persen. Serbia di angka 25,7 persen, disusul Indonesia di angka 21,6 persen, dan di posisi kelima, ada Kroasia dengan 21,2 persen.

Dengan positive rate di atas 20 persen, negara-negara tersebut bisa dibilang gagal menekan laju penularan virus. Berdasarkan standar WHO, positive rate seharusnya di bawah 5 persen.

Sementara itu, untuk Kaltim angka positif Covid-19 di awal tahun 2021 juga masih belum menunjukkan perbaikan, atau penurunan yang dignifikan. Libur panjang Natal dan tahun baru juga diprediksi menjadi faktor meningkatnya Covid-19 di Kaltim.

Hal demikian seperti dijelaskan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak.

“Mobilitas masyarakat yang tinggi selama masa liburan menjadi salah satu penyebab lonjakan jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kaltim,” sebutnya.

Baca Juga:  Samarinda Makin Gawat, Ada 52 Klaster Keluarga Terpapar Virus

Beberapa hal seperti imbauan dirasa masih belum dilakukan 100 persen oleh masyarakat.

“Kami sudah lakukan imbauan, bahkan ada satgas di kabupaten/kota yang turun langsung ke lapangan, restoran hingga rumah makan untuk menyampaikan langsung akan bahaya Covid-19,” ujar Andi.

Dengan gerakan 3M, Drs H Safaruddin mengajak masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Pudink/Wayout.id)

Terdata pada Sabtu (2/1/2021), ada 214 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim. Angka ratusan terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu hari ini sudah terjadi berulang kali sejak akhir Desember 2020 lalu.

Seperti pada 1 Januari 2021 lalu, yang ada 298 kasus terkonfirmasi positif. “Hari ini (Sabtu, Red.) terkonfirmasi positif ada 214 kasus. Ini membuat akumulasi positif Covid-19 di Kaltim menjadi 27. 587 kasus,” ujarnya.

Untungnya, penambahan kasus sembuh juga ada melebihi angka 200, tepatnya 235 kasus sembuh di hari ini.

“Pasien sembuh ada 235 kasus. Total pasien sembuh menjadi 23. 126 kasus,” jelas Andi.

Untuk itu, satgas selalu meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

“Wajib gunakan masker, sering cuci tangan dan selalu jaga jarak,” katanya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Bertepatan dengan Hari Raya Natal 2020 di Kaltim, Ditemukan Adanya 218 Kasus Positif Covid-19

News

Ribuan Pemilih Pemula di Samarinda Belum Punya e-KTP, Disdukcapil Buka Layanan di Akhir Pekan

News

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Unmul

News

Seleksi Pejabat Pemprov Kaltim Selesai, Inilah Daftar 13 Pejabat yang Dilantik Isran Noor

News

Tingkat Penularan Tinggi, Akhir Tahun Ini Kaltim Bakal Dapat Jatah Vaksin Covid-19 dari Kemenkes RI

News

Berkas Korupsi Ismunandar Dilimpahkan, Pekan Depan Disidangkan di Pengadilan Tipikor Samarinda

News

Kabar soal Adanya Isu Titipan di Seleksi Kadis PUPR-Pera Kaltim Menyeruak, Ini Penjelasan dari Sekdaprov

News

Perjalanan Covid-19 di Samarinda, 1 Kasus di Maret hingga Ribuan Kasus saat Desember