Home / News

Tuesday, 5 January 2021 - 06:00 WIB

Wali Kota Enggan Ambil Risiko, Pemerintah Kota Samarinda Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Simulasi pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka di masa pandemi Covid-19. (ist)

Simulasi pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka di masa pandemi Covid-19. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melakukan perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 hingga 31 Maret 2021 mendatang. Keputusan itu, tertuang dalam SK Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang bernomor: 360/449/HK-KS/XII/2020 tertanggal 28 Desember 2020 tentang Perpanjangan Keenam Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Covid-19 di Kota Samarinda.

Selain perpanjang masa tanggap darurat, Pemerintah Kota Samarinda juga resmi menunda rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Keputusan ini, disampaikan langsung oleh Jaang berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Komisi IV DPRD Samarinda. Keputusan diambil karena Pemerintah Kota Samarinda tak ingin ambil risiko melakukan KBM di tengah angka Covid-19 yang masih tetap tinggi saat ini.

“Kita menunda pembelajaran tatap muka dengan pertimbangan yang pertama dan utama yaitu, keselamatan dan kesehatan anak kita. Karena kita tidak menjamin pergerakan anak-anak ini walaupun dibatasi,” ungkap Jaang pada awak media, pada Senin (04/01/2021).

Jaang menyebut, kebijakan tersebut diterbitkan lantaran dua kecamatan di Kota Tepian masih berstatus sebagai zona merah, lantaran memiliki kasus aktif Covid-19 yang tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Samarinda, Asli Nuryadin menambahkan jika dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan survei di sejumlah sekolah, khususnya yang berada di kawasan pinggiran Kota Tepian, sekaligus persiapan distribusi vaksin Covid-19.

“Kita akan ke Berambai, Bantuas, paling tidak melihat area di sana. Kalau semisal tingkat pergerakan guru atau kepala sekolah berada di luar lingkungan tersebut, akan di uji coba,” katanya.

Informasi sebelumnya, diketahui bahwa KBM tatap muka dijadwalkan pada 11 Januari 2021. Namun demikian, berdasarkan terbitnya Surat Pernyataan Perpanjangan Tanggap Darurat Bencana, menjadi pertimbangan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga:  Hai Ges! Ada Info Menarik Nih, Insya Allah Basri Rase Akan Bangun Rumah Kreasi Milenial di Bontang

Sementara itu,  ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti yang turut hadir pada rapat koordinasi tersebut kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat atas upaya penanganan Covid-19. Sehingga proses pembelajaran tatap muka dapat dipercepat.

Tak hanya itu, ia juga menepis beragam kabar bohong atau hoaks yang muncul di media sosial, seakan-akan corona tidaklah ada.

“Kita harus tetap waspada. Angka positif Covid-19 di Samarinda hingga Kaltim masihlah tinggi,” ujarnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Positif Covid-19 di Kaltim Hampir Tembus 15 Ribu Kasus, Masyarakat Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan

News

Demo Tolak Omnibus Law di Kantor DPRD Kaltim Berakhir Ricuh, Demonstran dan Polisi Bentrok

News

Kaltim Masuk Lima Besar Kasus Harian Tertinggi Penyebaran Covid-19, Isran Noor Sebut Tak Masalah

News

Angka Pasien Terpapar Covid-19 di Kaltim Kian Meroket, Terjadi Penambahan 512 Kasus Baru

News

Penegakan Protokol Kesehatan di Samarinda, 2.213 Warga Melanggar Perwali 43/2020

News

Banyak Keistimewaannya di Malam Lailatulqadar, Legislator Asal Kaltim Ini Ajak Masyarakat Meningkatkan Ibadah

News

Gawat, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Samarinda Tembus Angka 100 Kasus

News

Pasien Terpapar Covid-19 di Kaltim Sudah Tembus 19 Ribuan, Samarinda dan Kutim Tertinggi