Home / Politik

Saturday, 20 March 2021 - 16:49 WIB

Ratusan Bandar Narkoba Direlokasi ke Lapas Nusakambangan, Begini Respon Wakil Kaltim di Senayan

Safaruddin. (ist)

Safaruddin. (ist)

WAYOUT.ID, JAKARTA – Belum lama ini, Komisi III DPR RI menggelar rapat dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Dalam rapat yang juga dihadiri Menter Hukum dan HAM, Yasonna Laoly itu, terungkap bahwa upaya untuk memutus manta rantai peredaran narkotika dan obat-obatan (narkoba) terus dilakukan.

Salah satu strategi Kemenkumham adalah dengan “mematikan” peran bandar dalam menjalankan bisnis narkoba. Di mana, sebanyak 643 bandar narkoba telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.

“Kami memindahkan 643 bandar narkoba ke lapas maximum security di Nusakambangan demi menangani peredaran gelap narkoba yang dikendalikan dari lapas atau rutan,” kata Yasonna dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Rabu (17/3/2021).

Dia menegaskan, pemindahan bandar narkoba ke Lapas Nusakambangan akan terus dilakukan. Saat ini telah dipindahkan 643 warga binaan.

“Mereka yang masuk kategori bandar dan risiko tinggi tersebut berasal dari lapas/rutan di 12 kantor wilayah, yakni DKI Jakarta sebanyak 99 orang, Lampung 76 orang, Aceh 50 orang, Yogyakarta 48 orang, Jawa Barat 91 orang, Sumatera Utara 54 orang, Sumatera Selatan 50 orang, Riau 47 orang, Banten 46 orang, Kalimantan Barat 43 orang, Jawa Timur 21 orang, dan Bali 18 orang,” beber Yasonna.

Anggota Komisi III DPR RI, Drs H Safaruddin mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemenkumham. Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak hanya di lingkungan masyarakat, melainkan juga dari dalam lapas/rutan.

“Memindahkan bandar narkoba merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam rangka memutus rantai peredaran narkoba. Khususnya yang diduga dikendalikan dari balik lapas/rutan. Kami mendorong agar pemberantasan narkoba menjadi atensi,” tegas ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Baca Juga:  Target Tinggi Banteng di Benua Etam, Sapu Bersih Sembilan Pilkada

Perang terhadap narkoba memang terus dilakukan. Termasuk di Benua Etam. Berdasarkan data analisis dan evaluasi (anev) Polda Kaltim, pada periode Januari-Februari 2021 Korps Bhayangkara sudah mengungkap 268 kasus penyalahgunaan narkoba di Kaltim. Di mana, total barang bukti 11.449,48 gram atau 11 kilogram lebih sabu-sabu disita.

Berdasarkan tren pengungkapan kasus tahun sebelumnya, pada 2020 total ada 1.429 kasus, sedangkan 2019 sebanyak 1.686 kasus. Balikpapan dan Samarinda menjadi kota dengan kasus narkoba terbanyak.

Data lainnya dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, dari 197 kelurahan dan 841 desa di Kaltim, ada 82 desa/kelurahan yang masuk kategori bahaya narkoba. Kemudian 99 desa/kelurahan sudah masuk dalam kategori waspada. Sisanya kategori aman sebanyak 737 desa/kelurahan.

“Memberantas narkoba butuh kerja sama semua pemangku kepentingan. Dalam memberantas narkoba di lapas/rutan, butuh sinergitas antara Kemenkumham dengan Polri, BNN (Badan Narkotika Nasional), dan instansi terkait lainnya. Bahkan hingga ke setiap daerah, termasuk di Kaltim,” tutup Safaruddin. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Edi Damansyah-Rendi Solihin Perkenalkan 10 Program Unggulan dan 23 Program Dedikasi untuk Kukar

Politik

Merasa Diserang Black Campaign, Kuasa Hukum Andi Harun Laporkan “Berita Asyik” ke Polisi

Politik

Ribut-Ribut soal Ijazah Mahyunadi (Lagi), Pengamat: Tidak Produktif

Politik

Milad ke-95 Nahdlatul Ulama, Ini Harapan Safaruddin selaku Anggota DPR RI Dapil Kaltim

Politik

Datangi Kantor Bawaslu Kutim, Tim Advokasi Mahyunadi-Kinsu Pertanyakan Dugaan Pelanggaran

Politik

Mahyunadi-Kinsu Blusukan ke Pasar Rakyat Sangkulirang, Disambut Meriah Pedagang dan Pengunjung

Politik

Tinggalkan AFH-Uce di Pilkada Kutim, Hanura Mantapkan Diri ke Mahyunadi-Kinsu

Politik

Sekelompok Massa Datangi Kantor KPU Samarinda, Guru Besar Unmul Imbau Tak Ada Intervensi