Home / Aspirasi

Wednesday, 24 March 2021 - 10:57 WIB

Wakil Rakyat dari Kaltim Tolak Rencana Impor 1 Juta Beras, Safaruddin: Jangan Melukai Hati Petani!

Anggota DPR RI Dapil Kaltim yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim, Drs H Safaruddin (kanan depan) bersama seluruh pengurus, kader, dan simpatisan banteng di Benua Etam berkomitmen mendorong ketahanan serta kemandirian pangan. Salah satunya dengan melakukan penanaman tanaman pengganti beras. (Pudink/Wayout.id)

Anggota DPR RI Dapil Kaltim yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim, Drs H Safaruddin (kanan depan) bersama seluruh pengurus, kader, dan simpatisan banteng di Benua Etam berkomitmen mendorong ketahanan serta kemandirian pangan. Salah satunya dengan melakukan penanaman tanaman pengganti beras. (Pudink/Wayout.id)

WAYOUT.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin angkat bicara terkait rencana pemerintah mengimpor sejuta ton beras. Menurutnya, kebijakan yang digagas Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Muhammad Lutfi itu sangat tidak tepat.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim ini menegaskan,  stok ketersediaan beras dalam negeri masih mencukupi. Pasalnya, petani Indonesia masih mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

“Kebijakan impor 1 juta ton beras ini bakal melukai hati para petani dalam negeri. Rakyat kita. Petani kita mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri,” tegas anggota Komisi III DPR RI itu.

Buktinya, lanjut Safaruddin, Perum Bulog memastikan bahwa stok beras dalam negeri masih aman hingga akhir tahun. Dia pun mendesak pemerintah membatalkan impor beras dan fokus pada pemulihan ekonomi dalam negeri akibat pandemi Covid-19. Di mana, petani juga terkena dampak.

“Kami imbau pemerintah membatalkan impor 1 juta ton beras ini. Perum Bulog memastikan stok ketersediaan beras dalam negeri masing mencukupi sampai bulan Desember 2021. Lebih baik fokus pada pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani kita yang terkena imbas pandemi,” terang Safaruddin, Selasa (23/3/2021).

Wakil rakyat dari Kaltim ini menambahkan, rencana impor beras bertentangan semangat untuk berdaulat di bidang pangan. Juga sangat bertentangan dengan semangat kemandirian pangan. 

Menurut Safaruddin, langkah mengimpor beras terkesan sarat akan kepentingan para pemodal. Di satu sisi, dia juga mengingatkan pemerintah perlu meningkatkan upaya penyerapan panen beras lokal. Termasuk mesti aktif menyosialisasikan panganan pengganti beras, seperti pisang, ketela, ubi, jagung, dan lain-lainnya. 

“Kami dari PDI Perjuangan, sesuai arahan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah melakukan dan mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan menanam panganan pengganti beras seperti umbi-umbian, jagung, pisang, dan lain-lain,” pungkas Kapolda Kaltim 2015-2018 ini. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Aspirasi

Safaruddin Gelar Reses di Kaltim, Masyarakat Balikpapan Utara Sampaikan Berbagai Aspirasi

Aspirasi

Tim TAPD dan Banggar Bertemu, Dua Megaproyek Usulan Pemprov Kaltim Masuk APBD 2021

Aspirasi

Silaturahmi dengan Warga Sulawesi, Safaruddin Malah Diminta Pimpin Kaltim

Aspirasi

Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan lewat Pengembangan Porang, Safaruddin Kunjungi Lamaru

Aspirasi

Safaruddin Gelar Reses di Kecamatan Samboja, Warga Curhat soal Jalan hingga Tiang Listrik

Aspirasi

Kaltim Berstatus Zona Merah, Safaruddin: Waspada Penyebaran Covid-19 di Lapas dan Rutan

Aspirasi

Safaruddin: Setelah Tuntaskan RUU MK, DPR Bahas RUU Kejaksaan

Aspirasi

Akademisi di Samarinda Beri Pendapat soal Seruan Judicial Review UU Ciptaker ke MK