Home / News

Tuesday, 27 April 2021 - 18:45 WIB

Transaksi Keuangan Meningkat Jelang Lebaran, Safaruddin Imbau Masyarakat Waspada Peredaran Uang Palsu

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin. (Satria Dirgantara/Wayout.id)

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin. (Satria Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) mencatat, peredaran uang palsu di Kaltim mengalami peningkatan yang cukup signifikan di triwulan IV akhir tahun lalu. Menurut laporan perbankan yang diterima BI Perwakilan Kaltim, terdapat 1.093 bilyet uang palsu. Jumlah itu meningkat di banding triwulan III tahun 2000 yang sebanyak 564 bilyet.

Menjelang Idulfitri, peredaran uang palsu dikhawatirkan akan kembali marak. Apalagi, saat ini tren uang beredar tumbuh positif. BI mencatat, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Posisi M2 pada Maret 2021 sebesar Rp 6.888,0 triliun atau tumbuh sebesar 6,9 persen (yoy).

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin mengingatkan kepada masyarakat Bumi Mulawarman untuk mewaspadai peredaran uang palsu. Khususnya di periode Ramadan hingga Lebaran. Di mana, pada periode tersebut transaksi uang mengalami peningkatan.

“Secara kasat mata hampir sama persis dengan uang asli. Kondisi ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Untuk itu, saya mengingatkan masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah sehingga bisa membedakan uang asli dan palsu,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Untuk mengenali perbedaan uang asli dan palsu, dapat dimulai dengan 3D yang meliputi: dilihat, diraba, dan diterawang. Dengan langkah ini, peredaran uang palsu dapat dicegah. Selain 3D, juga ada 5J yakni, uang jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, jangan dilipat, dan jangan dibasahi.

“Jika ingin melakukan penukaran uang, lebih baik melalui Bank Indonesia atau bank resmi pemerintah. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko peredaran uang palsu. Jika menemukan adanya uang palsu, segera melapor ke polisi,” imbau Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Baca Juga:  Peringatan HUT ke-75 Bhayangkara, Safaruddin Apresiasi Terobosan Program Akselerasi Vaksinasi Polri

Dia juga mendorong agar BI lebih intensif melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Hal itu dapat dilakukan dengan menggandeng semua pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, komunitas, dan lainnya. “Sosialisasi dan edukasi itu penting. Jangan sampai masyarakat yang jadi korban,” imbaunya. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Wabah Corona Belum Mereda, Terapkan Jam Malam di Balikpapan

News

Cegah Penyebaran Covid-19, Dinas Kesehatan Samarinda Agendakan Tes Swab di Pelabuhan dan Terminal

News

Alhamdulillah, Rektor Unmul dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Sembuh dari Covid-19

News

Laporan Kasus Harian Bikin Cemas, Kaltim Peringkat Dua Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19

News

Enam Jabatan Tinggi di Kaltim Segera Terisi, Gubernur Punya Hak Prerogatif Memilih

News

Tiga Kecamatan di Samarinda Zona Merah, Total Kasus Meninggal Terpapar Covid-19 Kini 804 Kasus

News

Masyarakat Harus Waspada, Kaltim Berada di Posisi Tujuh Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Indonesia

News

Gawat, Kaltim Masuk Lima Besar Nasional Pertumbuhan Kasus Covid-19