Home / News

Tuesday, 11 May 2021 - 17:00 WIB

Takbiran dan Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Safaruddin Imbau Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim yang juga anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin. (Pudink/Wayout.id)

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim yang juga anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin. (Pudink/Wayout.id)

WAYOUT.ID, BALIKPAPAN – Lebaran tahun ini masih diselimuti suasana pandemi Covid-19. Ancaman virus beralias corona itu begitu nyata. Mengintai siapa saja, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, upaya pencegahan terus dilakukan demi menghindarkan masyarakat dari paparan virus tersebut.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin mengajak seluruh masyarakat Benua Etam untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Di mana, pelaksanaan takbiran dan salah Id pun harus sesuai protokol kesehatan, sejalan dengan anjuran pemerintah.

“Dulu, dalam merayakan kemenangan itu dilaksanakan dengan ingar bingar, penuh suka cita, berkumpul, pawai, dan sebagainya. Namun sejak pandemi, semua berubah. Kini, takbiran dan salat Id harus dibatasi jumlahnya. Namun percayalah, itu tidak mengurangi kenikmatan dan pahala,” katanya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu menambahkan, Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan ketentuan terkait pelaksanaan takbiran dan salat Id. Masyarakat pun diminta untuk menjalankannya. Karena itu demi menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Kebijakan ini diambil agar tidak menimbulkan kerumunan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum, keamanan, dan hak asasi manusia (HAM) itu.

Berikut Surat Edaran Nomor SE 07 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idulfitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19:

Pertama, malam takbiran menyambut Idulfitri dalam rangka mengagungkan asma Allah sesuai yang diperintahkan agama, pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid dan musala, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Dilaksanakan secara terbatas, maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
  • Kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian.
  • Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan musala.
Baca Juga:  Dikirim saat Demo Omnibus Law di Samarinda, Polisi Ungkap Peredaran Ribuan Pil Ekstasi Asal Malaysia

Kedua, salat Idulfitri 1 Syawal 1442 H/2021 M di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing, sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya.

Ketiga, salat Idulfitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang;

Keempat, dalam hal salat Idulfitri dilaksanakan di masjid dan lapangan, wajib memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan mengindahkan ketentuan sebagai berikut:

  • Salat Idulfitri dilakukan sesuai rukun salat dan khutbah Idulfitri diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir;
  • Jemaah salat Idulfitri yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarsaf dan antarjemaah;
  • Panitia salat Idulfitri dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;
  • Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idulfitri di masjid dan lapangan;
  • Seluruh jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan salat Idulfitri, dan selama menyimak khutbah Idulfitri di masjid dan lapangan;
  • Khutbah Idulfitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit.
  • Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan salat Idulfitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah;
  • Seusai pelaksanaan salat Idulfitri jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Kelima, panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Idulfitri sebelum menggelar salat Idulfitri di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Penanganan Covid-19, dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali.

Baca Juga:  Tak Ada Sanksi Khusus Bagi Calon Kepala Daerah yang Langgar Protokol Kesehatan

Keenam, silaturahmi dalam rangka Idulfitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan open house atau halalbihalal di lingkungan kantor atau komunitas;

Ketujuh, dalam hal terjadi perkembangan ekstrem Covid-19, seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19, adanya mutasi varian baru virus corona di suatu daerah, maka pelaksanaan surat edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Terpapar Covid-19, Dua Tenaga Kesehatan Samarinda Meninggal Dunia

News

Masih Evaluasi Rencana PSBB di Balikpapan, Pemerintah Kota Mulai Batasi Kegiatan Masyarakat

News

Dalam Sepekan Terakhir, 420 Orang di Samarinda Terpapar Virus Corona

News

Terkait Temuan Layanan Rapid Test Antigen dengan Alat Bekas, Politisi PDI Perjuangan: Polda Kaltim Harus Lakukan Langkah Preventif

News

Akhirnya Kasus Covid-19 di Samarinda Mulai Melandai, Dua Kecamatan Telah Masuk Zona Kuning

News

Ada Ratusan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Per Harinya, Masyarakat Kaltim Rentan Terpapar

News

Kabar Zairin Zain Terkonfirmasi Covid-19 Masih Simpang Siur, Ini Kata Camat Samarinda Ulu

News

Angka Sembuh Covid-19 di Kaltim Mencapai 81,3 Persen, Safaruddin Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah