Home / Aspirasi

Friday, 21 May 2021 - 09:00 WIB

Bayar SIM-SKCK di Balikpapan Bisa Pakai Uang Digital, Safaruddin: Digitalisasi Cegah Pungli dan Memudahkan Masyarakat

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak memberikan sambutan saat peluncuran program pembayaran nontunai dengan teknologi QRIS untuk SIM dan SKCK di Balikpapan. (ist)

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak memberikan sambutan saat peluncuran program pembayaran nontunai dengan teknologi QRIS untuk SIM dan SKCK di Balikpapan. (ist)

WAYOUT.ID, BALIKPAPAN – Polresta Balikpapan meluncurkan program pembayaran nontunai dengan teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Kamis (20/5/2021) pagi. Ini adalah layanan digital untuk pembayaran Surat Izin Mengemudi (SIM) baru dan perpanjangan, serta pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi masyarakat Kota Minyak.

Anggota Komisi III DPR RI, Drs H Safaruddin mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Polda Kaltim, melalui Polresta Balikpapan itu. Menurutnya, program tersebut merupakan komitmen dalam rangka menuju Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

“Digitalisasi sistem pembayaran SIM dan SKCK justru memberi kemudahan kepada masyarakat. Karena masyarakat tidak perlu antre atau berkumpul. Membayar kapanpun dan di manapun bisa. Inovasi ini harus kita apresiasi,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 tersebut.

Di samping memberi kemudahan bagi masyarakat, lanjut Safaruddin, digitalisasi sistem pembayaran juga dapat mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum. “Kalau sudah pakai sistem pembayaran nontunai, praktik pungli tidak ada,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Arus digitalisasi memang tidak bisa dibendung. Makanya, Safaruddin mendorong agar digitalisasi sistem pembayaran segera diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Sehingga, Benua Etam bisa menjadi daerah percontohan penerapan smart city untuk pelayanan kepolisian.

“Digitalisasi ini penting. Selama itu baik, jalankan dan kembangkan. Saya sangat mendukung digitalisasi sistem pembayaran itu diterapkan di seluruh Polres di Kaltim. Dengan demikian, Polri lebih transparan, masyarakat dimudahkan,” jelas anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Untuk diketahui, di era Safaruddin menjabat sebagai Kapolda Kaltim, penerapan digitalisasi sudah dilakukan. Di antaranya peluncuran Aplikasi Media Pelayanan Langsung (AMPLANG). Di mana pengurusan SIM, SKCK, surat kehilangan hingga kecepatan respon pengaduan tindak kejahatan secara langsung bisa dilakukan. Selain itu, pengintensifan media sosial untuk penyampaian informasi dan komunikasi dengan masyarakat diterapkan.

Baca Juga:  Viral, Beredar Nama-Nama Penjabat Sementara Lima Daerah di Kaltim Beredar

Sebagai informasi, dalam menjalankan program QRIS, Polresta Balikpapan bekerja sama dengan LinkAja, layanan uang elektronik nasional. Ini sekaligus langkah nyata mendukung Gerakan Nasional Nontunai yang diprakarsai Bank Indonesia, sekaligus mendukung penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Aspirasi

Safaruddin: Setelah Tuntaskan RUU MK, DPR Bahas RUU Kejaksaan

Aspirasi

Safaruddin: Cegah Penyebaran Covid-19, Patuhi Protokol Kesehatan dengan 3M

Aspirasi

Akademisi di Samarinda Beri Pendapat soal Seruan Judicial Review UU Ciptaker ke MK

Aspirasi

Soal Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Anggota DPRD Samarinda Mendukung dengan Syarat

Aspirasi

Komisi III Kunjungan Kerja ke Polda Kaltim, Safaruddin: Pengamanan Pilkada dan Pencegahan Covid-19 Prioritas

Aspirasi

Perkuat Sinergitas dan Silaturahmi Komisi III DPR RI dengan Polri, Safaruddin Kunjungi Polda Kaltim

Aspirasi

Perkuat Ketahanan Pangan Kaltim, Politisi PDI Perjuangan Ini Menaruh Perhatian Pada Sektor Pertanian

Aspirasi

Koalisi #BersihkanIndonesia Desak Dokumen Kontrak PKP2B Dibuka ke Publik